Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penyimpangan, Bawaslu Sultra Imbau Politisi dan Parpol Tak Berkampanye di Masjid

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penyimpangan, Bawaslu Sultra Imbau Politisi dan Parpol Tak Berkampanye di Masjid Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu.

Kendari - Cegah penyimpangan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau para politisi dan partai politik (parpol) peserta pemilu 2024, agar tidak memanfaatkan momentum bulan Suci Ramadhan untuk berkampanye ataupun sosialisasi di masjid-masjid.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu di Kendari, Sabtu mengatakan selain bertentangan dengan ketentuan dan undang-undang tentang pemilu, juga larangan tersebut dimaksudkan untuk menjaga netralitas rumah ibadah.

"Saat ini belum masa kampanye, tapi demi netralnya tempat ibadah, maka kami mengimbau seluruh peserta pemilu atau politisi agar tidak memanfaatkan ruang itu," kataHamiruddin.

Dia menyampaikan larang berkampanye di masjid tersebut tertuang dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Larangan tersebut dimaksudkan untuk menjaga netralitas rumah ibadah masjid dari unsur politik

Selain itu, ia juga meminta para calon kandidat anggota dewan dan calon kepala daerah agar tidak mencampuradukkan bantuan sosial atau kebaikan selama bulan Ramadhan dengan politik sebagai upaya kampanye terselubung.

"Karena tempat ibadah merupakan tempat pendidikan agama, ini sesuatu hal yang harus dipisahkan dengan ruang lain yang bisa dimanfaatkan oleh para politisi," ujarnya.

Bawaslu Sultra juga menilai kampanye di masjid dapat menimbulkan perpecahan antarsesama jamaah, sebab belum tentu semua jamaah memiliki aspirasi politik yang sama.

Oleh karena itu, dia berharap seluruh politisiataupun partai politik (parpol) agar bisa menaati ketentuan untuk tidak memanfaatkan momentum bulan Suci Ramadhan, utamanya berkampanye di masjid-masjid.

Selain itu, Hamirudin juga mengajak seluruh masyarakat agar mencegah adanyapolitik uang, sehingga tercipta pemilu yang demokratis, jujur, adil, bersih dan sehat. Apalagipolitik uangdari aspek hukum menerima atau memberi pada pelaksanaan pemilu atau pilkada bisa mendapat sanksi pidana.

Dia menyebut sanksi pidana bagi pemberi dan penerimapolitik uangsaat pelaksanaan pesta demokrasi pemilu maupun pilkada bisa terancam pidana kurungan penjara minimal tiga tahun dan maksimal enam tahun.

Selain bisa mendapatkan ancaman pidana, katadia, tindakanpolitik uangjuga akan merugikan bagi masyarakat itu sendiri karena terpilihnya seseorang menjadi pemimpin dari tindakan curang, maka pemimpin tersebut tidak dapat melaksanakan pembangunan daerah dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.