- Home
-
- Luar Negeri
-
- Do Kwon, Seorang Jenius Kr...
Do Kwon, Seorang Jenius Kripto Asal Korsel yang Berubah Jadi Penipu
Minggu, 26 Mar 2023, 15:41 WIBSEOUL - Pengusaha Korea Selatan Do Kwon dulu pernah dielu-elukan sebagai seorang jenius. Kini ia menghadapi berbagai tuntutan pidana terkait kegagalan mata uang kripto. Ketenarannya hancur setelah menjadi buronan karena kasus penipuan dan ditangkap di Montenegro.
Setelah berbulan-bulan dalam pelarian, pria berusia 31 tahun bernama lengkap Kwon Do-hyung itu ditangkap pada Kamis (23/3) di Montenegro, setelah ketahuan menggunakan dokumen perjalanan Kosta Rika palsu.
Dia dituduh melakukan penipuan atas ledakan dramatis perusahaannya Terraform Labs tahun lalu, yang menghilangkan sekitar 40 miliar dolar AS uang investor dan mengguncang pasar kripto global.
Setelah penangkapannya, Amerika Serikat mengejarnya dengan banyak tuduhan terkait kasus "penipuan sekuritas aset kripto multi-miliar dolar". Korea Selatan juga ingin mengekstradisi Kwon atas tuduhan yang lain.
Mata uang kripto yang dia buat, sebuah "stablecoin algoritmik" yang disebut Terra, pada kenyataannya adalah skema Ponzi, kata para ahli.
Namun pada Maret 2022, media Korea Selatan menggambarkan Kwon sebagai seorang "jenius" karena ribuan investor swasta antre ingin menuangkan uang tunai mereka ke perusahaannya.
"Kwon dan kisahnya adalah produk zaman kita," kata Cho Dong-keun, seorang profesor ekonomi emeritus di Universitas Myongji, kepada AFP.
"Dia tahu bagaimana memenangkan hati orang-orang yang sangat ingin menghasilkan banyak uang dalam satu pukulan. Dia juga tahu bagaimana mengeksploitasi kecemasan mereka dan mengubahnya menjadi keuntungan besar."
Koneksi Elite
Kwon yang kelahiran 1991 bersekolah di Sekolah Menengah Bahasa Asing Daewon, sekolah elite di Korea Selatan. Menurut buku yang dia tulis tentang masa sekolahnya, dia mendirikan koran siswa berbahasa Inggris dan berkompetisi dalam berbagai kejuaraan debat bahasa Inggris.
Dia melanjutkan studinya ke jurusan ilmu komputer di Universitas Stanford di AS. Lalu magang di Apple dan Microsoft sebelum kembali ke Asia untuk memulai bisnisnya sendiri.
Pada 2018, dia ikut mendirikan Terraform Labs bersama Daniel Shin, yang terkait dengan keluarga elite Samsung Korea Selatan melalui pamannya,. Lalu mengembangkan mata uang TerraUSD dan Luna.
Kwon dengan cepat menjadi terkenal, sebagian berkat koneksi Shin. Kwon berhasil mencap dirinya sebagai tokoh industri muda.
TerraUSD dipasarkan sebagai "stablecoin", sejenis mata uang kripto yang biasanya dipatok ke aset stabil seperti dolar AS untuk mencegah fluktuasi harga yang drastis.
Pada 2019, Kwon masuk dalam daftar 30 Tokoh Sukses di Bawah 30 Asia versi Forbes.
Forbes menulis, "harga mata uang kripto atau stablecoin yang stabil milik Kwon menarik 40 juta pengguna yang ingin bergabung dengan perusahaannya saat diluncurkan pada Januari 2018".
"Dengan tujuan membangun sistem pembayaran berbasis blockchain, Terra telah mengumpulkan 32 juta dolar AS dari raksasa kripto seperti Binance," katanya.
Elizabeth Holmes versi Korsel
Para ahli sudah lama memperingatkan model yang dibuat Kwon pada dasarnya cacat. Beberapa ahli malah langsung menyebutnya skema Ponzi.
Tidak seperti stablecoin lain yang didukung oleh aset dunia nyata seperti uang tunai atau emas, TerraUSD bersifat algoritmik - dipatok hanya untuk mata uang saudaranya, Luna, menggunakan matematika dan mekanisme insentif untuk mempertahankan pasak mereka.
"Stablecoin algoritmik seperti Terra/Luna telah hancur sejak awal," kata Christian Catalini, pendiri Lab Cryptoeconomics MIT, kepada AFP.
"Beberapa hal dapat bekerja untuk sementara waktu, sementara ekosistem tumbuh, tetapi ditakdirkan mengalami spiral kematian di beberapa titik."
Investigasi penuh terhadap Kwon akan membantu mengklarifikasi apa yang terjadi ketika Terra/Luna runtuh, katanya. Ini diperlukan untuk meningkatkan industri kripto secara keseluruhan.
"Kita perlu memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak dapat menggunakan teknologi untuk merancang penipuan dan melanggengkan bentuk penipuan atau kejahatan keuangan lainnya," katanya.
Kebangkitan dan kejatuhan Kwon saat ini dibandingkan dengan penipu Amerika Elizabeth Holmes, pendiri perusahaan rintisan teknologi medis Theranos.
Kwon "sama seperti Holmes, elite lain yang kuliah di Stanford", tulis surat kabar Korea Economic Daily.
Cory Klippsten, CEO aplikasi perdagangan kripto Swan.com, membuat perbandingan serupa di Twitter tahun lalu.
Kwon memiliki "getaran besar Elizabeth Holmes", tulisnya menjelang keruntuhan Kwon."Tingkat keangkuhan yang menyeramkan, 99,99 persen dari waktunya berarti penipuan."
Kwon menyelinap keluar Korea Selatan sebelum bencana melanda pada Mei tahun lalu. Sejak itu ia bersembunyi, bahkan ketika di Twitter dia mengatakan tidak "dalam pelarian".
Korea Selatan akhirnya mencabut paspornya, dan meminta Interpol memasukkannya ke dalam daftar red notice.
"Orang dewasa dan pengusaha yang bertanggung jawab akan tetap tinggal dan memberi penjelasan," kata Profesor Cho di Universitas Myongji.
"Kenyataan bahwa dia berusaha menghindari pihak berwenang bahkan dengan menggunakan paspor palsu menunjukkan karakternya."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jogja After Dark: Wisata Malam Jadi Senjata Dongkrak Lama Tinggal Turis
-
Risiko Mengintai! OJK Didorong Perkuat Deteksi Dini di Sektor Keuangan
-
La Liga Rilis Daftar Pemain Terbaik, Barcelona Mendominasi
-
Pimpin Transformasi Industri Pupuk, Rahmad Pribadi Bawa Pupuk Indonesia Raih 4 Penghargaan BUMN 2026
-
Indonesia Amankan Investasi Hijau Rp278 Triliun untuk Proyek Energi Sampah dan Ekonomi Biru
-
Peluang Bisnis Bisa Diketahui dari Sensus Ekonomi
-
BGN Tegaskan Bahan Baku untuk SPPG Tidak Boleh Didominasi Satu Pemasok!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.