Warga Mukomuko Ronda Malam Antisipasi Gangguan Harimau

Sabtu, 25 Mar 2023, 16:46 WIB

MUKOMUKO - Warga di Desa Gajah Makmur, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menggelar ronda malam untuk menjaga keamanan masyarakat dan hewan ternak dari gangguan harimau sumatera yang berkeliaran di wilayah ini.

"Yang jelas konfirmasi terakhir dengan kepala desa, mereka itu membuat ronda malam dan yang melaksanakannya warga di wilayah setempat," kata Sekretaris Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko Andri Kusnadi di Mukomuko, Sabtu.

Warga di Desa Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman sejak beberapa hari terakhir resah oleh kehadiran harimau sumatera yang hendak memangsa kambing milik warga.

Andri mengatakan, warga di wilayah ini mengadakan ronda malam untuk menjaga keamanan secara menyeluruh, termasuk supaya saat datang harimau mereka cepat antisipasi.

"Ronda malam ini untuk antisipasi upaya penyelamatan apa pun bisa dilakukan dengan cepat. Kalau dia target ternak, maka penyelamatan ternak," ujarnya.

Ket. Foto: Kandang kambing milik warga Desa Gajah Makmur, Kabupaten Mukomuko, yang didatangi harimau sumatera, Sabtu (25/3) . — Sumber: ANTARA/HO-Istimew

Ia mengatakan, untuk sementara ini belum ada informasi dari warga setempat terkait harimau sumatera masuk permukiman warga di wilayah ini.

Selain itu, katanya, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah melakukan pengecekan lokasi kambing dimangsa harimau di wilayah tersebut.

Kepala Resor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sebelat Bengkulu Asep Sunandar sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan lokasi penemuan jejak harimau di Unit Permukiman Transmigrasi Lubuk Talang kemudian ke lokasi kambing dimangsa harimau.

Berdasarkan hasil pengecekan tim ke beberapa lokasi di wilayah tersebut, katanya, memang wilayah itu menjadi perlintasan satwa harimau.

"Kami sudah cek juga dan memang dua malam ini tidak muncul harimau di lokasi tersebut," ujarnya.

Meskipun saat ini harimau tidak muncul di lokasi tersebut, ia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan saran kepada kepala desa dan warga agar berhati-hati terhadap satwa harimau yang berkeliaran.

Kemudian dia juga menyarankan, sebaiknya warga mendirikan penerangan ke lokasi kandang hewan ternak yang menjadi wilayah perlintasan satwa liar tersebut.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada warga di wilayah ini untuk membuat kandang TPE di perlintasan satwa tersebut agar satwa itu tidak mengganggu hewan ternak milik warga.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.