Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Pemprov Kalsel Sebar 490 Nakes Hingga Pelosok Desa Tangani Stunting
Sabtu, 25 Mar 2023, 00:44 WIBBanjarmasin - Percepat atasi kekerdilan anak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui dinas kesehatan provinsi setempat menyebar sebanyak 490 tenaga kesehatan (nakes) hingga pelosok desa di kabupaten/kota untuk mendukung penurunan angka stunting.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dr Diauddin di Banjarbaru, Jumat, penanganan stunting atau bayi gagal tumbuh di provinsi itu dimaksimalkan, salah satunya menyebarratusan tenaga kesehatan ke desa-desa.
Hal itu untuk menjamin keberadaan tenaga kesehatan yang dapat mendukung pelaksanaan program-program penurunan stunting dari pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota.
Penanganan stunting di Kalsel dimulai lebih dini, yakni dari sebelum bayi dilahirkan atau dengan mendampingi ibu hamil.
"Yakni, bagaimanamenjaga kondisi kesehatan dan gizi ibu hamil, dengan harapan bayi dapat lahir sehat dan juga dapat menurunkan angka kematian bayi," ujarnya.
Menurutnya, persentase kasus stunting di provinsi itu masih tinggi, yakni, sebesar 24,6 persen hingga akhir tahun 2022.
Meskipun sebenarnya, kata dia, persentase ini sudah cukup signifikan turun jika dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 30 persen, hingga masuk provinsi tertinggi angka kasus stunting di Indonesia.
"Upaya kita pada tahun 2022 lalu sudah sangat luar biasa menurunkan sekitar 6 persen kasus stunting, tahun ini kita maksimal lagi hingga turun lebih signifikan lagi," ujarnya.
Adapun caranya,sesuai instruksi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, yakni semua elemen di pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota hingga TNI-POLRI untuk bersama menangani masalah stunting itu.
Sebagaimana disampaikan Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel,Ariadi, sejumlah upaya dalam penanganan stunting, di antaranya kordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi dengan TPPS kabupaten/kota, Deklarasi Loksado, Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala Daerah, Deklarasai Ibu Hamil dan sejumlah gerakan seperti GerNas Isi Piringku.
"Jadi semuanya dijalankan, termasuk sosialisasi tenaga kesehatan kita ke daerah-daerah untuk mempertajam program ini, hingga kita optimis pada 2023 kasus stunting akan lebih turun signifikan lagi," ujarnya.
- Stunting
- tenaga kesehatan (Nakes)
- Kalsel
- Pemprov
- Kalimantan Selatan (Kalsel)
- Percepatan
- Kekerdilan Anak
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bicara Soal Leadership, Khofifah Sebut Kepemimpinan Perempuan Harus Hadirkan Kebijakan Inklusif dan Berdampak
-
Sosok Kolonel Priyo Handoyo, Dandim Kota Semarang yang Pimpin Upacara HUT RI ke-81
-
Wali Kota Bandung Minta Perizinan Harus Dorong Investasi dan Lapangan Kerja
-
Harga Emas Antam Turun Rp9.000 Menjadi Rp2,613 Juta/Gr Pada Selasa Ini
-
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan
-
Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif
-
Permudah Warga Bayar PKB, Pemkot Pariaman Lakukan Program Sajumpa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.