Membersihkan Diri Lewat Mandi Balimau, Salah Satu Tradisi Ramadan di Provinsi Jambi

Kamis, 23 Mar 2023, 21:00 WIB

Mukomuko - Mandi "balimau" merupakan salah satu tradisi atau kebiasaan turun temurun masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sebelum mereka menjalaniibadah puasa di Bulan Ramadhan.

Bagi sebagian masyarakat di daerah itu, mandi "balimau" atau mandi menggunakan jeruk nipis dan bahan alami lainnya, selain bisa dilakukan di tempat terbuka, seperti sungai, juga bisa di tempat tertutup di rumah.

Ket. Foto: Sejumlah warga Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko mandi balimau di Sungai Selagan, Rabu (22/3) — Sumber: istimewa

Dimana pun tempat yang digunakan untuk mandi "balimau", tujuannya tetap satu, yakni untuk membersihkan diri, baik jasmani maupun rohani, dari perbuatan yang buruk menjadi baik, sebelum melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan.

Warga Kelurahan Pasar Mukomuko Juni Kurniadiana mengatakan tradisi mandi "balimau" yang dilakukan oleh masyarakat di daerah itu pada zaman dulu dengan sekarang berbeda, baik tempat maupun bahan yang digunakan untuk mandi.

"Kalau dulu banyak masyarakat mandi 'balimau' di sungai di daerah ini, tetapi sekarang hanya sebagian kecil dan lebih memilij mandi 'balimau' di rumahnya masing-masing," ujarnya kepada Antara.

Selain itu, masyarakat pada masa lalu menggunakan bahan alami berupa jeruk nipis dan daun pandan sebagai media untuk membersihkan seluruh tubuh, kini masyarakat memilih menggunakan sabun dan sampo.

Meskipun tempat dan bahan yang digunakan oleh masyarakat pada masa lalu dan sekarang berbeda, namun tujuan dilaksanakan tradisi ini untuk membersihkan diri.

Masyarakat sekarang ini melakukan sesuatu tersebut dengan memilih cara yang simpel, akan tetapi dengan cara simpel ini tidak menghilangkan makna dan tujuan dalam menjalankan tradisi mandi "balimau" itu sendiri.

Meskipun tradisi mandi "balimau" di daerah itu turun temurun, namun tidak ada doa khusus yang diajarkan oleh orang tua dulu sebelum mandi "balimau", melainkan hanya niat dalam hati yang tujuannya untuk membersihkan diri.

Tidak ada doa khusus sebelum mandi "balimau", kecuali sebelum mandi warga dianjurkan mengambil wudhu terlebih dahulu, dengan tujuan untuk membersihkan seluruh tubuh.

Dengan mengambil wudhu sebelum mandi "balimau", diharapkan dapat menyucikan dari dari najis dan hadas yang ada di tubuh.

Amrozi, warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, mengatakan hampir setiap tahun warga di wilayah itu memadati jembatan penghubung Kelurahan Pasar Mukomuko dengan Kelurahan Koto Jaya untuk menyaksikan para remaja mandi "balimau".

"Masyarakat berkumpul di sini untuk melihat para remaja dan anak-anak melompat dari atas jembatan ke Sungai Selagan," ujarnya.

Selain itu, di lokasi ini juga masyarakat dari berbagai wilayah, selain melihat remaja dan anak-anak mandi "balimau" serta menyaksikan lomba perahu nelayan di bawah jembatan.

Dengan demikian, tradoso mandi "balimau" juga sekaligus bermakna hiburan bagi masyarakat dengan menyaksikan perahu nelayan dan anak-anak melompat ke sungai sebelum menjalankan ibadah puasa.

Amrozi mengaku tidak ikut mandi "balimau" di Sungai Selagan, melainkan sudah dikerjakan di rumahnya saja.

Ia berharap, tradisi mandi "balimau" sebelum melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan di wilayahnya tetap mampu dipertahankan oleh masyarakat.

Jangan bercampur

Bupati Mukomuko Sapuan mendukung warga melakukan tradisi mandi 'balimau' di sejumlah sungai di daerah itu guna membersihkan diri dari noda batin menjelang atau satu hari sebelum puasa Ramadhan.

"Terus terang kami pemerintah daerah mendukung tradisi ini, Kenapa tidak paling tidak membersihkan diri kita karena hari esok menghadapi Ramadhan," ujarnya kepada Antara.

Bagi Pemerintah Kabupaten Mukomuko, mandi "balimau" merupakan sebuah upaya pelestarian tradisi, adat istiadat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat di daerah itu sejak lama.

Karena merupakan adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat, maka pemerintah daerah setempat tidak memiliki alasan untuk tidak mendukung kegiatan tersebut.

Hanya saja, pemerintah daerah menyarankan agar dalam pelaksanaan mandi "balimau" di tempat terbuka, seperti sungai, sebaiknya antara laki-laki dan perempuan dipisah atau tidak bercampur.?????? Hal itu karena selama ini prosesi mandi yang dilakukan di areal umum, dilakukan secara bersama atau bercampur antara laki-laki dengan perempuan.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mukomuko Widodo menilai mandi "balimau" memiliki niat dan pelajaran yang bagus supaya sebelum puasa membersihkan diri dengan cara mandi "balimau".

Hanya saja, Kemenag juga menaruh perhatian pada kegiatan itu yang dinilai tidak memperhatikan norma tertentu, atau bercampur baur antara laki-laki dengan perempuan.

Tetap bertahan

Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengatakan ada berbagai tradisi masyarakat menjelang Bulan Ramadhan, salah satunya mandi "balimau", doa masuk puasa, ziarah kubur, dan mengantar limau kepada mertua.

Tradisi mandi "balimau" adalah salah satu yang masih dipertahankan sampai sekarang oleh warga, tetapi jumlah masyarakat yang melakukan tradisi ini di sungai sudah tidak sebanyak dulu.

Objek wisata

Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mukomuko mencatat bahwa mandi "balimau" ini merupakan tradisi wisata budaya yang bersifat tahunan.

Dinas itu yakin kegiatan ini bisa berkembang kalau tradisi mandi "balimau" yang menjadi wisata budaya ini dilaksanakan secara terkoordinir oleh kelompok masyarakat.

Untuk mengembangkan tradisi mandi "balimau" apalagi menjadi salah satu tujuan wisata budaya dibutuhkan anggaran dan melibatkan seluruh organisasi perusahaan daerah terkait.

Untuk sementara ini, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mukomuko sudah mengusulkan tradisi mandi "balimau" masuk dalam agenda tahunan daerah karena untuk menetapkan kegiatan ini pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran.

Redaktur: Kris Kaban

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.