Kerugian GoTo 2022 Naik Menjadi $2,6 Miliar
Rabu, 22 Mar 2023, 01:35 WIBJAKARTA - GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) sebagai penyedia aplikasi Gojek dan Tokopedia, pada Senin (20/3), mengaku krugian bersih 2022 meningkat sebesar 56 persen menjadi 40,4 triliun rupiah (2,6 miliar dolar AS) karena perusahaan terus berjuang untuk menghasilkan keuntungan.
GoTo yang tercatat pada April 2022 mengalami rugi bersih 25,9 triliun rupiah pada 2021.
Dilansir oleh Nikkei Asia, perusahaan menghubungkan rugi bersih yang masih terjadi dengan beberapa faktor termasuk penurunan goodwill 11 triliun rupiah terkait dengan kombinasi bisnis Gojek dan Tokopedia, yang keduanya merupakan unitnya. Selain itu, GoTo mencatat peningkatan biaya kompensasi berbasis saham karena penyesuaian tingkat perputaran karyawan yang diasumsikan untuk mencerminkan tren historis terbaru dan biaya restrukturisasi satu kali.
Pendapatan untuk tahun terakhir, bagaimanapun, naik menjadi 11,3 triliun rupiah, dari 5,2 triliun rupiah tahun lalu.
"2022 tidak diragukan lagi merupakan tahun yang penuh tantangan. Tapi itu juga merupakan titik balik yang penting," kata CEO GoTo, Andre Soelistyo, saat konferensi pendapatan pada hari Senin setelah hasilnya dirilis.
"Itu adalah tahun yang mengubah pemikiran kami dan menunjukkan kepada kami bagaimana kami harus beroperasi," jelasnya.
GoTo dibentuk pada Mei 2021 melalui penggabungan Gojek, penyedia layanan transportasi daring dan pengiriman makanan, dan Tokopedia, operator platform e-commerce lokal.
GoTo termasuk di antara kumpulan unicorn teknologiperusahaan rintisan bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS, yang muncul di Asia Tenggara sebelum pandemi. Platform e-commerce utama lainnya termasuk Bukalapak Indonesia.
Tahun ini, grup memperkirakan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) yang disesuaikan berada di kisaran 5,3 triliun rupiah hingga Rp 4,6 triliun hingga. Ini juga memperkirakan pencapaian EBITDA yang disesuaikan positif dalam kuartal keempat tahun ini.
Hambatan ekonomi global sekarang memaksa banyak perusahaan teknologi terkemuka di kawasan ini untuk mengurangi tenaga kerja mereka dan memprioritaskan profitabilitas daripada pertumbuhan. GoTo tidak terkecuali. Bulan ini perusahaan mengumumkan 600 PHK. Pada bulan November itu memangkas tenaga kerjanya sebanyak 1.300 karyawan, atau 12 persen.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (10/3), perusahaan mengatakan, PHK baru-baru ini berasal dari kebutuhan untuk "menciptakan organisasi yang lebih ramping".
Sebelum pengumuman pendapatan, saham GoTo pada Senin pagi turun 4,4 persen, menjadi 108 rupiah, jauh di bawah harga penawaran umum perdana mereka sebesar 338 rupiah. Kapitalisasi pasar GoTo mencapai 127 triliun rupiah pada Senin pagi.
Perusahaan teknologi yang mengalihkan fokus mereka ke profitabilitas sebagian berada di belakang runtuhnya Silicon Valley Bank di AS awal bulan ini, sebuah peristiwa yang mengirimkan riak melalui pasar keuangan global. Aksi jual jelang pendapatan GoTo mencerminkan sikap investor yang berhati-hati.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkab Bekasi Wajibkan Bank Sampah di Setiap RW, Warga Diajak Kelola Sampah dari Rumah
-
Laporan Safe-Agent: Perusahaan Belum Siap Hadapi Risiko AI Otonom
-
Wartawan Italia Klaim Alami Kekerasan saat Kapal Bantuan Menuju Gaza Dicegat Israel.
-
Plt Bupati Ahmad Baharudin Ungkap Penyebab Serapan APBD Tulungagung 2026 Rendah
-
Kerjasama Mendukung Percepatan Digitalisasi sektor pariwisata di Destinasi Unggulan Indonesia
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.