Utomo SolaRUV Gandeng Produsen Global Wujudkan Industrialisasi Rantai Pasok Panel Surya
Minggu, 19 Mar 2023, 20:12 WIBJAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Perdana Menteri Singapura untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) pada kegiatan tahunan Leader's Retreat di Singapura. Kerjasama tersebut meliputi investasi pengembangan industri dan kapabilitas manufaktur EBT di Indonesia dari hulu ke hilir, serta perdagangan listrik lintas batas antar kedua negara yang memungkinkan masuknya devisa ke Indonesia.
Menyambut inisiatif kedua negara tersebut Utomo SolaRUV melalui PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) pengembangan industrialisasi rantai pasok panel surya atau Solar PV (Photovoltaik) dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (SPEB). MoU dilakukan bersama dengan pengembang nasional yang tergabung dalam konsorsium Indonesia Solar Panel Industry & Renewable Alliance (Inspira).
Mereka yang tergabung dengan Inspira selanjutnya melakukan penandatangan MoU dengan Utomo SolaRUV yang dilakukan di pada Kamis (16/03/2023). Mereka adalah antara lain Presiden Direktur PT Adaro Power Dharma Djojonegoro, Presiden Direktur Medco Power Eka Satria, dan Direktur Utama Energi Baru TBS Dimas Adi Wibowo di Singapura.
Direktur Pelaksana SolaRUV Anthony Utomo mengatakan, kerja sama tersebut merupakan upaya Utomo SolaRUV sebagai penggerak teknologi lokal (local technology enabler) untuk dapat meningkatkan kapasitas industri. Hal ini dilakukan dalam menyongsong inisiatif kedua belah negara untuk peningkatan perdagangan listrik lintas batas kedua negara yang bisa mencapai order gigawatt (GW) dalam beberapa waktu mendatang.
"Utomo SolaRUV telah teruji lebih dari 47 tahun sebagai industrialis mewarnai industri atap nasional dalam menghadirkan teknologi dan peningkatan kapasitas industri di Indonesia di berbagai infrastruktur proyek nasional. Dengan adanya kerjasama antar dua negara ini kami menyambut baik agar industri modul surya dan turunannya dengan dapat berkembang dimana pelaku usaha industri nasional dapat mengambil peran" katanya melalui siaran pers Sabtu (19/3).
Dia menambahkan perusahaan siap mendukung kerjasama dengan produsen kelas dunia. Perusahaan dimaksud antar alain Longi Solar serta Sungrow Power Supply Co. Ltd yang juga ikut dalam penandatanganan tersebut dalam mengembangkan infrastruktur dan industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.
Tahun lalu Longi Solar sebagai produsen tier 1 dunia mendapatkan SNI Modul Surya wajib pertama sesuai Permen ESDM No 2 Tahun 2021, dan saat ini Sungrow juga sudah berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan nasional seperti PLTS Terapung Cirata sebesar 145 Mwp. Artinya para produsen global ini sudah familiar dan tertarik pasar Indonesia.
"Dengan adanya penandatangan nota kesepahaman itu SolaRUV mendorong agar industrialisasi rantai pasok untuk mendukung ketahanan energi nasional ini segera diakselerasi," imbuh Anthony yang juga Anggota dari Komite Teknis Energi Surya 27-08 Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Pada kesempatan terpisah kerjasama industrialisasi rantai pasok ini juga diapresiasi oleh banyak pemangku kepentingan antara lain Asosiasi Produsen Listrik Swasta Nasional (APLSI) dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).
"Pengembangan industri PLTS terintegrasi dari hulu ke hilir sangat diperlukan bagi Indonesia untuk memenuhi lonjakan permintaan sel dan modul surya yg berkualitas tinggi untuk proyek-proyek PLTS untuk mencapai target net-zero. Kehadiran industri PLTS yang kokoh akan mendukung keamanan pasokan enèrgi kita," kata Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Fabby Tumiwa.
Kehadiran industri PLTS terintegrasi & SPEB juga mendukung rencana ekspor listrik dari energi surya dari Indonesia ke Singapura dengan potensi mencapai 3 GW kebutuhan listrik energi terbarukan oleh Singapura hingga 2035. Dengan industri domestik di sektor EBT memastikan Indonesia mendapatkan manfaat yang optimal.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia Arthur Simatupang berpandangan, kerjasama ini memperlihatkan ada komitmen serius dari sektor swasta agar pengembangan pasokan listrik lebih terintegrasi sisi pasok rantai nya. Hal ini memperjelas penentuan swasta nasional dalam partisipasi ke arah industrialisasi energi terbarukan.
"Penguasaan teknologi oleh para pelaku industri nasional ini harus didukung oleh semua pihak karena kebutuhan energi bersih yang terus menanjak harus diiringi kesiapan industri dan pelaku Indonesia agar ada keberpihakan terhadap kepentingan ketahanan energi nasional. Kami menyambut baik keterlibatan Utomo SolaRUV dalam menggandeng produsen global untuk mewujudkan hal ini" ujar Arthur.
- Panel Surya
- Pasokan
- Utomo SolaRUV
- PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia
- PT Adaro Power Dharma Djojonegoro
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tanpa Visi Nasional yang Konsisten, RI Sulit Melangkah Jadi Negara Maju
-
Gunakan Solar Panel, Satu dari Empat Liter Cat Mowilex Kini Diproduksi dengan Energi Surya
-
Panel Surya dari 4 Negara Asia Tenggara Bakal Kena Tarif Impor AS hingga 3.521%
-
Menko Polkam dan Kepala BIN Rayakan Natal bersama Masyarakat Papua Pegunungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.