Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

5 Bahaya Gonta-ganti Warna Rambut, dari Alergi hingga Kanker

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 12:15 WIB | Oleh:
5 Bahaya Gonta-ganti Warna Rambut, dari Alergi hingga Kanker Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Banyak orang ingin tampil berbeda dengan mewarnai rambut mereka. Namun, tahukah Anda bahwa mewarnai rambut sebenarnya dapat membawa risiko tertentu bagi kesehatan rambut?

Meskipun mewarnai rambut dapat menjadi cara yang menyenangkan dan mudah untuk mengubah penampilan, penting bagi kita untuk memahami efek samping yang mungkin ditimbulkannya pada kesehatan rambut dan kulit kepala, dan tergantung pada bahan kimia yang digunakan.

Melansir stylecraze, lebih dari 5.000 bahan kimia berbeda digunakan dalam formulasi produk pewarna rambut.

Bleaching rambut misalnya, proses pencerahan atau pengelupasan warna alami rambut dengan bahan kimia hidrogen peroksida yang berfungsi untuk menghilangkan pigmen alami rambut itu dapat merusak rambut dan membuatnya lebih kering dan rapuh.

Sedikitnya, ada lima bahaya mewarnai rambut yang perlu Anda kenali sebelum memutuskan untuk mengubah warna alami rambut Anda:

1. Kerusakan pada Rambut

Pewarna rambut permanen umumnya mengandung amonia dan peroksida. Sementara amonia berfungsi membuka kutikula rambut, peroksida bertugas menetralkan menghilangkan pigmen warna alami rambut. Merawat rambut Anda secara berlebihan dengan bahan kimia ini akan menyebabkan rambut Anda kehilangan kilau, hingga mudah patah.

2. Reaksi Alergi

Tidak sedikit pewarna rambut yang menyebabkan reaksi alergi, terutama karena pewarna rambut permanen mengandung paraphenylenediamine (PPD), yang merupakan alergen yang umum. Pewarna permanen dapat menyebabkan gatal, iritasi kulit, kemerahan, atau bengkak di kulit kepala atau area sensitif lainnya seperti wajah dan leher. Untuk itu, ada baiknya menjalankan tes alergi sebelum Anda mulai mewarnai rambut.

3. Konjungtivitis

Tidak hati-hati ketika mewarnai rambut dapat menyebabkan bahan kimia dari pewarna rambut bersentuhan dengan bagian sensitif wajah Anda, seperti mata. Ketika hal ini terjadi, bahan kimia tersebut bisa menyebabkan konjungtivitis atau mata merah, juga peradangan dan ketidaknyamanan yang parah.

4. Asma

Asma adalah salah satu gejala reaksi alergi parah terhadap pewarna rambut. Menghirup bahan kimia dalam pewarna rambut secara terus-menerus dapat menyebabkan batuk, mengi, radang paru-paru, ketidaknyamanan tenggorokan, dan serangan asma.

5. Kanker

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.