- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ragukan Usulan Pembicaraan...
Ragukan Usulan Pembicaraan Damai, Kanselir Jerman Berjanji Tetap Dukung Militer Ukraina
Selasa, 14 Mar 2023, 14:18 WIBBERLIN - Kanselir Jerman, Olaf Scholz menyuarakan keraguan tentang pembicaraan damai yang diusulkan dengan Rusia. Scholz justru berjanji akan melanjutkan dukungan militer Jerman ke Ukraina.
"Perang agresi Rusia terus berlanjut. Mereka merekrut pasukan baru dan mengirim mereka ke garis depan," kata Scholz dalam konferensi pers di Berlin, Senin (12/3).
Pernyataannya muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang proposal diplomat veteran Jerman Wolfgang Ischinger baru-baru ini untuk meluncurkan inisiatif perdamaian guna mengakhiri perang.
"Ukraina siap untuk perdamaian, tetapi tentu saja itu bukan perdamaian yang didikte. Anda tidak dapat bernegosiasi ketika seseorang menodongkan pistol ke kepala Anda. Namun, itulah yang masih ingin dilakukan oleh presiden Rusia," kata Scholz.
Dia menuding Presiden Rusia Vladimir Putin mengobarkan perang kejam melawan Ukraina yang mengakibatkan kematian ribuan warga sipil dan tentara.
"Di Rusia juga, banyak ibu dan ayah berduka atas kematian anak-anak mereka karena perang yang menghancurkan ini, atas rencana imperialis presiden Rusia," ujar dia.
Scholz menegaskan bahwa Jerman akan terus memberikan dukungan militer ke Ukraina bersama sekutunya.
"Apa yang kami lakukan saat ini bertujuan untuk mengubah situasi dan mewujudkan perdamaian yang adil bagi Ukraina," tuturnya.
Ischinger, mantan kepala Konferensi Keamanan Munich, memperingatkan bahwa seseorang tidak dapat mengakhiri perang dengan memberikan dukungan militer lebih lanjut ke Ukraina dan menyerukan peningkatan upaya diplomatik untuk solusi damai.
"Kita harus memulai proses untuk mencari solusi damai bagi Ukraina. Dan kita harus melakukannya sekarang," tulis dia dalam artikel tamu untuk surat kabar Tagesspiegel.
Dia juga mengusulkan pembentukan kelompok kontak politik-strategis di antara negara-negara yang dapat berkontribusi pada solusi damai.
Ischinger mengatakan kelompok ini harus memeriksa unsur-unsur rencana perdamaian yang mungkin, mengembangkan strategi negosiasi, dan menyiapkan rancangan teks dalam koordinasi dengan pihak berwenang Ukraina.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025
-
Kronologi Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag, Skandal Besar Menyeret Lembaga Negara yang Mengurusi Agama
-
Ousmane Dembele Sabet Ballon d'Or 2025, Lamine Yamal Raih Piala Kopa
-
Drone Air Ukraina Serang Dua Kapal Tanker Minyak Russia di Laut Hitam
-
DPRD Batang Sidak Proyek Pembangunan Trotoar dan Saluran Air untuk Pastikan Kualitas serta Progres Pekerjaan
-
Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Resmi Menikah Setelah 10 Tahun Berpacaran
-
Russia Klaim Serbu Pokrovsk Secara Rumah ke Rumah, Ukraina Bicara Persimpangan Hidup-Mati
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.