Sekjen PBB Usulkan Platform Darurat Atasi Guncangan Global

Jumat, 10 Mar 2023, 07:53 WIB

NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (9/3) mengusulkan penguatan tanggapan internasional terhadap guncangan global yang kompleks melalui platform darurat.

Tanggapan global terhadap guncangan semacam itu seringkali bersifat ad hoc, terfragmentasi, dan diimprovisasi. Diperlukan mekanisme untuk mengatasi ancaman multidimensi dengan respons multidimensi, katanya dalam presentasi ringkasan kebijakan untuk KTT Masa Depan yang dijadwalkan pada 2024.

"Keterkaitan global kita berarti bahwa guncangan yang terjadi di satu negara atau sektor dapat dengan cepat memiliki konsekuensi yang mengalir di tempat lain, seringkali dengan cara yang tidak terduga. Guncangan tersebut datang kepada kita dengan kekuatan dan frekuensi yang lebih besar, dengan implikasi serius bagi perdamaian dan keamanan, stabilitas ekonomi, dan kelestarian lingkungan," ujarnya.

Guncangan tersebut dapat memiliki dampak yang tidak proporsional di beberapa area. Baik pandemi COVID-19 maupun krisis biaya hidup global menghantam yang paling miskin dan paling rentan, membuat kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan Agenda 2030 semakin jauh dari jalur, tambahnya.

Demi pendekatan yang lebih formal, dapat diprediksi, dan terstruktur, Platform Darurat akan memanfaatkan kekuatan dan kapasitas PBB dengan cara yang tepat waktu dan dapat diprediksi. Itu akan mengidentifikasi dan menyatukan aktor pada tingkat yang sesuai untuk merespons. Itu akan fleksibel dan gesit, menanggapi berbagai jenis guncangan. Yang terpenting, ini akan mendorong respons global berdasarkan solidaritas dan kesetaraan, dan prinsip utama untuk tidak meninggalkan siapa pun. Semua orang dan negara yang dilanda guncangan harus memiliki akses ke dukungan yang mereka butuhkan, kata Guterres.

Akuntabilitas akan dibangun ke dalam platform darurat, untuk meminta semua pihak pada komitmen konkret mereka, katanya.

Sementara keputusan akan terus berada di tangan negara-negara anggota, Platform darurat juga akan mencakup sektor swasta, masyarakat sipil, dan mitra non-negara lainnya dengan kemampuan untuk berkontribusi dalam respons global.

Tetapi dia mengklarifikasi bahwa platform darurat tidak akan menjadi entitas atau badan yang berdiri. Sebaliknya, itu akan terdiri dari seperangkat protokol seputar mengumpulkan aktor-aktor kunci jika terjadi guncangan global yang kompleks, dan mengoperasionalkan respons terkoordinasi mereka.

Platform darurat tidak akan menggantikan atau menduplikasi pekerjaan badan antar pemerintah, termasuk Dewan Keamanan. Juga tidak akan mengganggu mandat badan khusus atau mekanisme yang ada. Ini akan menjadi alat bagi sistem multilateral untuk mendukung keputusan antar pemerintah dan melengkapi mekanisme yang ada, katanya.

PBB adalah satu-satunya organisasi yang dapat menyatukan semua pemangku kepentingan jika terjadi guncangan global yang kompleks, dan membuat mereka bekerja sama untuk hasil terbaik. Sudah waktunya untuk mengambil keputusan yang memungkinkan untuk melakukannya, kata Sekjen PBB.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.