Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Dorong Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 16:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Dorong Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat Doc: ANTARA/Sanya Dinda
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Munas Gapki, Rabu (8/3/2023). (L

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, akan terus mengakselerasi peremajaan sawit rakyat yang baru tercapai 200 ribu hektar pada 2022 dari target 540 ribu hektare.

Untuk itu, pemerintah membuka akses peremajaan sawit melalui skema kemitraan antara pekebun dan perusahaan mitra dengan sejumlah syarat, antara lain penggunaan benih yang tersertifikasi, pengelolaan kebun sesuai kriteria ISPO, dan komitmen dari perusahaan untuk menjadi off taker.

"Dengan syarat tersebut, tentu kami mendorong ketersediaan bibit harus bisa disiapkan secara baik dan juga kerja sama off-taker agar pembina pekebun dapat mendorong program replanting ini termasuk membuat program ini bankable," kata Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis (9/3).

Berdasarkan data 2022, Airlangga mengatakan 717 anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) menguasai 3,69 juta hektare atau sekitar 22 persen dari luas tutupan sawit nasional yang tersebar di 21 provinsi.

Melalui Munas XI Gapki yang diselenggarakan pada Rabu (8)3), dia berharap kepengurusan baru Gapki berkontribusi nyata terhadap percepatan pencapaian target peremajaan sawit rakyat dan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)

"Pemerintah mendorong seluruh anggota Gapki optimis terhadap prospek perekonomian nasional. Kita ketahui bahwa sawit ini menjadi salah satu minyak nabati yang diminati dunia dan harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan minyak nabati lain," katanya.

Pemerintah akan berupaya agar kelapa sawit Indonesia bisa terus berdaya saing di pasar ekspor karena telah menjadi komoditas ekspor andalan.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, perkebunan sawit bisa menyerap secara langsung 16 juta tenaga kerja baik yang bekerja langsung di kebun maupun pekerja tidak langsung.

"Perusahaan kelapa sawit juga mampu meningkatkan nilai tambah produk dan berkontribusi besar pada penerimaan devisa non migas di tahun 2022 sebesar 12,76 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.