Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bantuan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Parigi Moutong

31 Sabtu, 10 Okt 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Parigi Moutong Bantuan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan di Parigi Moutong Doc: Antara
Ket. Petugas Satgas siaga darurat karhutla dan kekeringan menyuplai air bersih di wilayah kekeringan di Kecamatan Bolano, Sabtu (10/10/2026).

Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menyuplai sebanyak 20 ribu liter air bersih terdampak kekeringan dampak dari fenomena El Nino.

"Dua desa di Kecamatan Bolano dan Mepanga terdampak kekeringan membutuhkan suplai ari bersih," kata Plt Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan distribusi dilakukan dari melalui posko satuan tugas (satgas) siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan di wilayah Bolano dan Mepanga.

Di wilayah Mepanga satgas mensuplai 12 ribu liter di Dusun 1, Dusun 6, Dusun 7 dan Dusun 9 Desa Kayu Agung, kemudian sekitar 12 hektare lahan kebun terdampak.

Kemudian posko siaga di Bolano mensuplai 18 ribu liter di Desa Tirta Nagaya dengan luas lahan kebun terdampak sekitar 44,8 hektare.

"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, maka kami membantu memenuhi kebutuhan itu menggunakan mobil tanki suplai air bersih," ujarnya.

Ia mengemukakan fenomena kekeringan hingga saat ini masih terus berlangsung di wilayah Parigi Moutong, selain kemarau pemerintah juga mengantisipasi karhutla karena kabupaten itu saat ini rawan terjadi kebakaran.

"Kami juga menyiapkan tandon di wilayah terdampak kekeringan untuk menampung air bersih," ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong hingga 22 September 2026, tercatat sekitar 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan.

Selain itu, seluas 234,96 hektare hutan dan lahan terdampak kebakaran dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.687 kepala keluarga (KK).

"Kami terus memperbaharui secara berkala data karhutla dan kekeringan guna mempermudah intervensi bantuan bencana, terutama warga terdampak kekeringan," tutur Rivai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Menko AHY tinjau Jembatan K...

Tes urine narkoba bagi PNS di CIamis

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Tes urine narkoba bagi PNS ...

Penyaluran KUR di Maluku Utara

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penyaluran KUR di Maluku Utara
Megapolitan
Menteri PU tinjau Kali Angk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

Comeback Dramatis! Amri/Nita Bangkit dari Ketertinggalan dan Lolos Semifinal Hylo Open

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.