• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sejarah 8 Februari: Lahirn...

Sejarah 8 Februari: Lahirnya Peringatan Hari Perempuan Internasional di Dunia

Rabu, 08 Mar 2023, 00:30 WIB

Tanggal 8 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day, sebagai hari ketika wanita diakui atas prestasi mereka tanpa memandang perpecahan, baik nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi atau politik. Tapi tahukah Anda mengapa tanggal 8 Maret dipilih sebagai peringatan Hari Perempuan Internasional?

Melansir laman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hari Perempuan Internasional sebenarnya tidak memiliki tanggal pasti. Fakta bahwa Hari Perempuan dirayakan pada tanggal 8 Maret sangat terkait dengan gerakan perempuan selama Revolusi Rusia yang terjadi pada 1917.

Ket. Foto: Pergerakan Hari Perempuan Internasional. — Sumber: First Classe

Dengan latar belakang Perang Dunia I, wanita di Rusia memprotes dan menuntut perdamaian pada 23 Februari 1917. Empat hari kemudian, demonstrasi memaksa tsar yang merupakan sebutan bagi pemimpin kekaisaran Rusia saat itu turun tahta dan Pemerintah sementara memberikan hak pilih kepada perempuan.

Meski dilakukan pada hari Minggu terakhir di bulan Februari, saat itu Rusia masih menggunakan kalender Julian dan belum mengadopsi kalender Gregorian, yang diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582.

Alhasil tanggal 23 Februari yang menjadi hari terjadinya protes itu di Rusia bertepatan dengan 8 Maret di negara-negara Eropa lainnya.

Namun jauh sebelum Revolusi Rusia, Hari Wanita Nasional pertama diamati di Amerika Serikat pada tanggal 28 Februari 1909.

Partai Sosialis Amerika kala itu menetapkan tanggal tersebut untuk menghormati pemogokan pekerja garmen tahun 1908 di New York, di mana 15.000 para wanita memprotes kondisi kerja. Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak untuk memilih.

Melansir BBC International, ide untuk menjadikan hari itu internasional datang dari Clara Zetkin, seorang aktivis komunis dan pembela hak-hak perempuan.

Pada 1910 di Konferensi Internasional Wanita Pekerja di Kopenhagen, Denmark, Zetkin menyuarakan penetapan Hari Perempuan yang bersifat internasional, untuk menghormati gerakan hak-hak perempuan dan membangun dukungan untuk mencapai hak pilih universal bagi perempuan. Ide itu didukung dengan suara bulat dari 100 wanita dari 17 negara yang hadir.

Hari Wanita tercatat pertama kali dirayakan di sejumlah negara Eropa dan di Amerika Serikat pada 1911. Namun, saat itu perayaan ini terjadi pada tanggal 19 Maret, untuk memperingati revolusi tahun 1848 dan "Commune de Paris". Selain hak memilih dan memegang jabatan publik, para pekerja wanita menuntut hak perempuan untuk bekerja, pelatihan kejuruan, dan diakhirinya diskriminasi di tempat kerja.

Setelah Perang Dunia II, 8 Maret mulai dirayakan di sejumlah negara. Pada tahun 1975, PBB mulai merayakan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.

Dua tahun kemudian, pada bulan Desember 1977, Majelis Umum mengadopsi sebuah resolusi yang memproklamirkan Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional untuk diperingati setiap hari dalam setahun oleh seluruh negara anggota, sesuai dengan tradisi sejarah dan nasional mereka.

Sejak tahun-tahun awal itu, Hari Perempuan Internasional telah mengambil dimensi global baru bagi perempuan di negara maju dan berkembang. Gerakan perempuan internasional yang berkembang, yang telah diperkuat oleh empat konferensi perempuan PBB global, telah membantu menjadikan peringatan tersebut sebagai titik kumpul untuk membangun dukungan bagi hak-hak perempuan dan partisipasi dalam arena politik dan ekonomi.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.