Gaet IPB dan Dunia Usaha, Kemensos Perkuat Kemandirian Ekonomi Kelompok Rentan

Rabu, 08 Mar 2023, 16:35 WIB

Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat kolaborasi dengan segenap potensi masyarakat dalam mengakselerasi pemandangan masalah sosial. Kerja kolaboratif merupakan arahan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini karena kompleks tantangan sosial yang membutuhkan kerja bersama.

Kemensos menggandeng Sampoerna Enterpreneurship Training Center (STEC) dan Prima Kelola Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi. Dalam pertemuan dengan dua institusi tersebut, Mensos menekankan bahwa Kemensos mengajak dunia usaha dan kampus untuk bersama-sama dengan pemerintah memberdayakan masyarakat miskin agar mereka bisa mandiri dan tidak tergantung pada bantuan sosial.

Ket. Foto: Kemensos menggandeng Sampoerna Enterpreneurship Training Center (STEC) dan Prima Kelola Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi — Sumber: Dok. Kemensos

Mensos meyakini, potensi untuk masyarakat berkembang, bisa ditemukan di banyak tempat. Ia percaya di mana pun pasti ada suatu potensi yang bisa dikembangkan.

"Karena itu yang kita lakukan adalah bagaimana kita mengambil potensi 280 juta penduduk ini menjadi sesuatu yang bisa kita gunakan untuk daya ungkit. Tujuannya untuk mengeluarkan saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk mereka bisa bertahan dalam kondisi apapun bahkan mungkin bisa keluar dari kemiskinan," kata Mensos Risma saat mengunjungi SETC, di Pasuruan, Jawa Timur (7/3).

Pemberdayaan juga menyasar kelompok rentan. Mereka diharapkan bisa mandiri dan tidak hanya bertumpu pada bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Namun, mereka perlu dilatih dan diarahkan untuk dapat berdaya secara ekonomi melalui pengembangan potensi-potensi sumberdaya flora dan fauna di sekitar mereka.

Bekerja sama dengan dua institusi terkemuka tersebut, Kemensos akan membuka kegiatan pelatihan. Kegiatan ini akan disinergikan dengan program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara), sehingga dapat memberdayakan masyarakat miskin agar sejahtera dan mandiri.

"Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan penerima manfaat," katanya.

Rencananya, Mensos akan mengirimkan penerima manfaat dari berbagai daerah untuk menerima pelatihan di SETC. Pelatihan yang akan diterima meliputi kegiatan membatik, pertanian, perikanan, dan pengolahan bahan agar mempunyai nilai jual tinggi.

Di kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Eksternal PT. HM Sampoerna Tbk. memberikan ucapan terima kasih kepada Kemensos yang telah menjalankan program-program pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat, terutama kelompok rentan di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya terkait program - program untuk perlindungan sosial yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial, untuk melakukan upaya pengentasan kemiskinan. Kami paham upaya - upaya yang dilakukan Kemensos adalah mengarah kepada pemberdayaan masyarakat agar bisa mencapai kemandirian ekonomi, dan hal inilah yang kami juga upayakan melalui program- program SETC," kata Elvira.

Kerja sama ini merupakan salah satu upaya Kemensos dalam memberikan ilmu - ilmu entrepreneurship kepada masyarakat kelompok rentan, agar mereka dapat memiliki keahlian dalam pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang ada di sekitar mereka. Sehingga, ke depan mereka dapat keluar dari kemiskinan dan bahkan dapat menjadi agent of change di wilayah mereka tinggal.

Turut hadir Direktur Hubungan Eksternal PT. HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita, Direktur PT Prima kelola Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistianawati, Kepala Hubungan Eksternal PT. HM Sampoerna Tbk Arif Triastika dan Ishak Dhanu Ningrat, Dosen Perikanan Tangkap IPB Tri Wiji Nurani, Dosen Teknologi Pertanian IPB Dase Hunaefi, SKM Bidang Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa, SKM Bidang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Luhur Budijarso Lulu, SKM Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Program Kementerian Suhadi Lili, dan SKM Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Doddi Madya Judanto. (IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.