- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ribuan Warga Terlantar, Fi...
Ribuan Warga Terlantar, Filipina Diguncang Mogok Kerja Sopir Angkot
Selasa, 07 Mar 2023, 00:31 WIBJakarta - Ribuan warga terlantar. Sejumlah kota di Filipina, termasuk ibu kota Manila, pada Senin diguncang aksi mogok yang dilancarkan para sopir dan pemilik angkutan kota yang di Filipina terkenal dengan sebutan "jeepney". Aksi mogok kerja ini membuat ribuan pengguna angkutan umum terlantar di banyak kota di Filipina.
Menurut laman The Straits Times, dalam unjuk rasa yang akan berlangsung selama tujuh hari mulai Senin 6 Maret ini, para sopir dan pemilikjeepneymemprotes kebijakan peremajaan angkutan umum yang diterapkan Pemerintah Filipina.
Sejak diperkenalkan pada 2017, Pemerintah Filipina menerapkan program modernisasijeepneydengan mewajibkanjeepneyberusia 15 tahun ke atas harus diganti dengan kendaraan impor berbahan bakar diesel Euro-4 atau listrik, demi menurunkan tingkat emisi karbon di berbagai kota Filipina.
Sopir dan operatorjeepneyjuga diharuskan membentuk koperasi atau korporasi dengan armada minimal 15jeepneyyang sudah dipermodern. Jika, tak mau mengikuti aturan ini, maka para sopir dan pemilikjeepneytak boleh beroperasi.
Situasi ini mendorong sopir dan pemilikjeepneymenggelar mogok kerja karena menolak kebijakan yang dianggap tidak pro kepada nasib mereka.
Pada hari pertama aksi mogok yang terjadi di Manila dan kota-kota sekitarnya itu Senin ini, 40.000 sopirjeepneymenolak mengangkut penumpang, kata Mar Valbuena, kepala kelompok transportasi Manibela.
Untuk mencegah dampak buruk aksi ini, sejumlah sekolah dan kantor pemerintah serta swasta memutuskan beralih lewat sistem belajar dan kerja jarah jauh lewat internet.
Calon penumpang lainnya beralih ke angkutan online, baik itu taksi online maupun ojek online.
Pemerintah Filipina sendiri menawarkan tumpangan gratis di seluruh kota dan provinsi di negara ini. Sejumlah sopirjeepneysendiri masih mengangkut penumpang karena tak ingin kehilangan pendapatan.
Bagi beberapa calon penumpang lainnya, aksi mogok ini membuat mereka harus berlama-lama menunggu angkutan umum lainnya, seperti kendaraan roda tiga yang di Indonesia dikenal dengan bajay.
Calon penumpang pun harus mengeluarkan uang yang jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan menggunakanjeepney.
Ongkos menaikijeepneybisa seharga 12 peson, tetapi tarif "bajay" Filipina bisa dua kali lipatnya.
"Hari ini sulit sekali mendapatkan tumpangan, tetapi saya setuju dengan mogok kerja ini. Pemerintah tak boleh menyingkirkanjeepneykarena penggantinya terlalu mahal," kata Jaime Maramag, pengemudi truk berusia 56 tahun yang harus menunggu angkutan umum selama 30 menit di Quezon City.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
FIFA Yakin Meksiko Siap Gelar Piala Dunia di Tengah Situasi Keamanan Memanas
-
Korban Tewas Gempa Filipina Meningkat Jadi 46 Orang
-
Bangkit di Ganda, Janice Tjen/Katarzyna Piter Tantang Unggulan Keempat di Perempat Final Merida Open
-
IndoGriTech Expo 2026 Boyong Teknologi Pertanian Canggih ke ICE BSD
-
Michael Carrick Tetap Puji Permainan MU meski Kalah dari Leeds
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.