Tingkatkan Produktivitas, Bangka Tengah Optimalkan Fungsi Unit Pengolahan Hasil Jagung Pipil
Senin, 06 Mar 2023, 00:21 WIBKoba - Tingkatkan terus produktivitas. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengoptimalisasikan fungsi unit pengolahan hasil (UPH) jagung pipil, untuk meningkatkan produktivitas.
"Dengan adanya UPH kita berharap bisa meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat, terutama para petani yang tergabung dalam kelompok," kata Kepala Dinas Pertanian Bangka Tengah Sajidin di Koba, Minggu.
Ia menjelaskan, UPH tersebut merupakan bantuan pemerintah daerah kepada petani jagung pipil yang tergabung dalam kelompok untuk bisa mengembangkan industri jagung yang tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah melainkan sudah menjadi bahan setengah jadi.
"Dengan adanya UPH, maka sebelumnya petani hanya bisa menjemur dan dijual, sekarang bisa diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak dan bahkan tepung jagung untuk konsumsi pangan," kata Sajidin.
Menurut Sajidin jagung pipil memiliki prospekyang sangat baik karena didukung dengan harga cukup menguntungkan bagi petani yaitu Rp6.000 per kilogram di tingkat petani.
"Bahkan petani jagung bisa meningkatkan pendapatan dengan melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi," ujarnya.
Sajidin mengatakan, produksi jagung pipil pada 2022 mencapai 3.880 ton dengan areal tanam seluas 400 hektare.
"Produksi jagung pipil sudah mencapai 3.880 ton dengan luas lahan tanam 400 hektare atau rata-rata 9,7 ton per hektare.
Produksi 9,7 ton per hektare tersebut sudah untung bersih kalau dilihat dari biaya produksi dan kami melihat budi daya jagung pipil memiliki prospekekonomi cukup bagus.
Sajidin juga mengatakan, pembudidayaan tanaman jagung pipil di Bangka Tengah mendapat dukungan dana dari APBN.
"Pada 2022 kita mendapatkan alokasi bibit untuk areal tanam seluas 700 hektare, sementara saat ini baru tergarap seluas 400 hektare yang tersebar pada seluruh kecamatan," ujarnya.
Dinas Pertanian Bangka Tengah baru-baru ini sudah menggelar temu teknis para petanijagung pipil untuk menambah ilmu pengetahuan mereka tentang pola pembudidayaan jagung pipil.
"Temu teknis pembudidaya itu juga sebagai wadah bertukar ilmu dan informasi, sehingga bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya untuk menanam jagung pipil," kata Sajidin.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pacu Produktivitas Perusahaan: PDC Gelar Health Talk Edukasi Karyawan
-
ASTRA Infra Siap Hadirkan Indahnya Kebersamaan di Momen Lebaran 2026, Dukung Mudik Aman dan Nyaman
-
Bosan Makan Nasi? Ini Sumber Karbohidrat Sehat yang Bikin Kenyang Lebih Lama
-
Satpol PP Pontianak tertibkan PKL di Waterfront
-
PLN UID Jakarta Raya Layani 1.100 Pelanggan Lewat Pasang Baru dan Tambah Daya
-
Alwi Farhan Jaga Asa di Thailand Masters
-
Dari Hutan Lestari ke Pasar Global, Madu Pelawan Bangka Tembus Mancanegara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.