Berita Gembira dari PVMBG, Ini Dasar Perhitungan Penurunan Status Gunung Dieng

Senin, 06 Mar 2023, 23:38 WIB

Jakarta - Berita gembira, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Hendra Gunawan menjelaskan bahwa dasar perhitungan penurunan status Gunung Dieng dari Level II atau Waspada menjadi Level I atau Normal adalah hasil pengamatan visual dan instrumental sejak 14 Januari sampai dengan 5 Maret 2023.

PVMBG mengumumkan penurunan status Gunung Dieng di Jawa Tengah, yang semula Level II atau Waspada menjadi Level I atau Normal pada Senin.

"Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh dan potensi bahaya saat ini, maka tingkat aktivitas Gunung Dieng diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak 6 Maret 2023 pukul 16:00 WIB dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Kondisi kawah Timbang di Gunung Dieng, Kabupaten Banjarnegara, yang terpantau dari CCTV Dieng Sileri, Kamis (24/1/2023). — Sumber: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Batang

Hasil pengamatan visual merekam bahwa selama periode 14 Januari sampai dengan 5 Maret 2023 itu, asap Kawah Sileri berwarna putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi asap antara 10 sampai 60 meter dari permukaan kawah.

Adapun asap Kawah Timbang berwarna putih, tipis, bertekanan lemah, serta tidak tampak adanya aliran gas dari kawah tersebut.

Sedangkan, hasil pengamatan instrumental mencatat bahwa hanya ada satu kali gempa vulkanik dalam dengan 18,7 milimeter, S-P 0,4 detik dan lama gempa 5,5 detik.

PVMBG juga mencatat ada 1.219 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 4,3 sampai 42,7 milimeter, S-P 0,28 sampai 18,4 detik dan lama gempa 4,32 sampai 57,03 detik.

Kemudian, terekam pula 32 kali gempa skala I hingga III MMI dengan amplitudo 42,7 milimeter, S-P 0,5 sampai 8,24 detik dan lama gempa 9,8 sampai 202,91 detik. Kemudian, tercatat ada 13 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 9,3 sampai 42,7 milimeter, S-P 10,1 sampai 37,78 detik dan lama gempa 43,2 sampai 246,8 detik.

"Secara visual, akumulasi asap di Kawah Timbang telah berkurang, bertekanan lemah mengindikasikan input gas vulkanik terutama karbon dioksida telah berkurang," kata Hendra.

Pada 22 Februari 2023, hasil pengukuran konsentrasi gas karbon dioksida di Kawah Timbang menggunakan detektor multigas tercatat jumlah volumenya sebesar 11,2 persen.

Dalam jarak kurang dari 10 meter, konsentrasi volume karbon dioksida maksimum 0,92 persen. Sedangkan, hasil pengukuran stasiun multigas menunjukkan konsentrasi karbon dioksida antara 0,15 persen sampai 0,19 persen yang mengindikasikan adanya penurunan konsentrasi gas karbon dioksida di Kawah Timbang.

Hasil pengukuran suhu air dan suhu tanah di Kawah Sileri pada kurun waktu yang sama, berturut-turut rata-rata 67,3 derajat Celsius dan 22,1 derajat Celcius yang menunjukkan suhu relatif stabil.

Gempa-gempa tektonik lokal dan gempa terasa juga menunjukkan penurunan. Hal itu mengindikasikan kondisi di bawah permukaan yang sudah mulai stabil.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Dieng saat ini terutama adalah erupsi freatik di Kawah Sileri.

"Erupsi freatik atau semburan lumpur di Kawah Sileri bisa terjadi tanpa didahului oleh adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan," kata Hendra.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu komplek gunung api aktif tipe-A dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Batang di Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Dieng memiliki beberapa kerucut vulkanik dan beberapa lapangan fumarol. Pada kurun waktu 20 tahun terakhir, Kawah Timbang dan Kawah Sileri tercatat paling sering mengalami peningkatan aktivitas dan erupsi.

Peningkatan aktivitas di Kawah Timbang terakhir kali terjadi pada 27 Maret 2013 silam. Kawah itu mengeluarkan aliran gas karbon dioksida dengan konsentrasi yang sangat berbahaya sejauh maksimum dua kilometer ke arah selatan dengan tinggi asap maksimum mencapai 500 meter.

Sementara itu, aktivitas terakhir di Kawah Sileri terjadi berupa erupsi freatik pada 29 April 2021 lalu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Singkawang Berdampak ke Pendidikan hingga Penerbangan, Pemkot Bergerak.

Kemenhut Targetkan Rehabilitasi 6.486 Hektare Mangrove di Kaltim pada 2026.

Ada Hadiah Rp5 Juta! Gubernur Kalteng Ajak Warga Laporkan Pelaku Karhutla di Kotim.

Wali Kota Bangga Bandung Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Asia

Pemkot Bandung: Harga Pangan Relatif Aman

Wali Kota: 143 Ribu Warga Bandung Terima Bantuan Beras

Pemkot Berharap Kawasan Kuliner Bandung Lebih Tertata dan Nyaman

Wali Kota: Kuliner dan Sport Tourism Jadi Peluang Besar Gerakkan Ekonomi Bandung

Korban Banjir Nepal Tembus 623 Orang, 638 Masih Hilang dalam Bencana Dahsyat

Tradisi Unik Dieng Culture Festival 2026, 13 Anak Rambut Gimbal Jalani Ruwatan

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Edukasi Warga Jurumudi tentang Keselamatan Listrik dan Promo Tambah Daya.

Emil Dardak Minta Kader Demokrat Jatim Dahulukan Hajat Hidup Rakyat dari pada Pikirkan Pileg

Deteksi Gempa Belum Canggih, Legislator Usulkan BMKG Adopsi Teknologi Jepang

Bantaran Hangus Dampak Karhutla Semeru, Danau Ranu Kumbolo Kehilangan Pesona

PLN Hadirkan Sambungan Listrik Gratis untuk 83 Keluarga Prasejahtera di Jakarta Raya.

Ketombe Ganggu Aktivitas Keseharian Anda? Simak Cara Menghilangkannya

Tradisi Unik di Dieng! Belasan Anak Berambut Gimbal Ikuti Ruwatan di Dieng Culture Festival 2026

Dipakai Merekam Diam-diam, Meta Perbarui Kacamata Pintarnya

Jagung Bengkayang Jadi Incaran Bulog Kalbar, Serapan Terus Digenjot!

Jelang Persija vs Brisbane Roar Sabtu Sore Ini, STY Reuni dengan Jordi Amat, Rizky Ridho Bocorkan Kondisi Tim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.