- Home
-
- Luar Negeri
-
- Rusia Sebut Barat Berusaha...
Rusia Sebut Barat Berusaha Perkeruh Krisis Ukraina
Minggu, 05 Mar 2023, 08:03 WIBJENEWA - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Kamis (2/3) mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB bahwa negara-negara Barat sengaja berusaha untuk meningkatkan krisis Ukraina.
"Negara-negara Barat mengejar eskalasi yang disengaja dalam krisis Ukraina dengan memasok jenis senjata berat yang lebih baru kepada Kyiv. Senjata Barat secara aktif digunakan oleh militer Ukraina untuk menembaki bangunan tempat tinggal, sekolah dan rumah sakit, membunuh penduduk yang damai dan menghancurkan infrastruktur publik," kata Ryabkov di Jenewa.
"Ini adalah kejahatan perang, pelanggaran hukum kemanusiaan, yang melibatkan negara-negara anggota NATO dan perwakilannya suka berbicara tentang hak asasi manusia dengan cara yang berkhotbah dan munafik," imbuh dia.
Ryabkov mengatakan pemerintah di Ukraina menginjak-injak hak asasi manusia dan kebebasan, serta bertindak melanggar Konstitusi Ukraina dan kewajiban internasionalnya.
"Bahasa Rusia, bahasa ibu bagi jutaan penduduk Ukraina, menjadi sasaran terbesar," kata dia.
Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan kepada Dewan HAM bahwa pertemuan itu digelar "ketika hak asasi manusia di seluruh dunia sedang diserang, mungkin tidak lebih dari perang brutal Rusia di Ukraina."
Dia mengatakan dewan telah memainkan peran penting dalam menyoroti "pelanggaran Moskow yang mengerikan dan berkelanjutan, termasuk melalui pembentukan Komisi Penyelidikan Internasional Independen di Ukraina."
Blinken mengatakan laporan pertama komisi tersebut pada Oktober lalu menyimpulkan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hukum humaniter internasional.
"Selama Rusia terus mengobarkan perangnya, COI harus terus mendokumentasikan pelanggaran semacam itu, memberikan catatan yang tidak memihak, landasan bagi upaya nasional dan internasional untuk meminta pertanggungjawaban pelaku," kata menlu AS.
"Pemerintah yang melakukan kekejaman di luar negeri juga cenderung melanggar hak-hak warga di dalam negeri - dan itulah yang dilakukan Rusia. Pemerintah Rusia sekarang menahan lebih dari 500 tahanan politik," tukas dia. Demikian dilaporkan Anadolu Agency.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Pembiayaan FIF di Stand Motor Honda Jakarta Fair Kemayoran 2026
-
Presiden Kazakhstan Desak Russia Bekukan Perang Ukraina, Tokayev: Semua Ini Harus Dihentikan
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Pengelola Baru Bandung Zoo Dipastikan Pemkot Berjalan Transparan
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Revolusi Sampah Dimulai, BRIN Siapkan Teknologi Terpadu dari Rumah ke Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.