Manufaktur Eropa Siap Investasi Bangun Turbin Angin di Vietnam

Minggu, 05 Mar 2023, 11:08 WIB

Manufaktur Eropa tengah mempertimbangkan untuk menginvestasikan ratusan juta dolar guna membangun pembangkit turbin angin di Vietnam, menurut sumber yang mengetauhi situasi tersebut. Vietnam dinilai telah bersiap untuk memanfaatkan potensi angin lepas pantai yang belum pernah dimanfaatkan sebelumnya.

Vietnam disebut sebagai pemain utama potensial di sektor tersebut. Sebab, negara Asia Tenggara itu memiliki angin yang kencang di perairan dangkal dekat pesisir, daerah padat penduduk, menurut Kelompok Bank Dunia.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Tiga sumber industri, yang menolak disebutkan namanya karena bersifat rahasia, menyebut pembuat turbin Denmark Vestas (VWS.CO), yang memproduksi bilah, generator, dan nacelles di Tiongkok, sebagai salah satu calon investor. Namun, Vestas menolak untuk memberikan tanggapan terkait wacana tersebut..

Perusahaan sedang mencari lokasi di dekat pelabuhan tetapi pembicaraan dengan otoritas lokal dan taman industri masih awal, karena investor sedang menunggu negara untuk menyetujui aturan yang jelas tentang ladang angin lepas pantai, kata sumber tersebut.

Pemerintah telah menetapkan target yang ambisius dalam draf rencana untuk sektor angin lepas pantai tetapi telah berjuang selama bertahun-tahun untuk menyetujuinya, dengan kemungkinan penundaan yang lebih lama, dan tidak ada proyek angin lepas pantai yang saat ini beroperasi.

Tetapi alasan bagi pabrikan untuk berlokasi di Vietnam kuat karena kekuatan industrinya dan kedekatannya dengan pasar angin lepas pantai yang maju di Asia Timur, kata para diplomat, pejabat, dan eksekutif.

"Kami berharap investasi penting akan diputuskan tahun ini oleh pemain global utama di sektor angin lepas pantai untuk pembuatan komponen turbin angin dan Vietnam memiliki peluang bagus untuk menyambutnya," kata Bruno Jaspaert, direktur DeepC, zona industri di utara Vietnam, dikutip dari Reuters, Selasa (28/2).

Erik Kjaer dari Danish Energy Agency juga mengatakan di sela-sela konferensi angin di Hanoi pada hari Kamis "Akan masuk akal untuk berinvestasi karena produksi baja negara yang kuat" yang merupakan kunci untuk membuat turbin, sambil memperhatikan persaingan dari Tiongkok dan Taiwan.

Seperti diketahui, turbin angin, juga dikenal sebagai turbin angin atau generator angin, adalah alat yang mengubah energi angin menjadi energi listrik yang dapat digunakan. Turbin angin terdiri dari kipas angin besar yang ditempatkan di atas menara tinggi. Saat angin bertiup, kipas angin berputar, menghasilkan energi kinetik yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik oleh generator.

Turbin angin telah menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang semakin populer di seluruh dunia. Bahkan, banyak negara sekarang menggunakan turbin angin untuk memproduksi listrik secara massal. Keuntungan dari turbin angin adalah bahwa energi angin adalah sumber daya yang tidak terbatas dan tidak menghasilkan emisi karbon.

Namun, penggunaan turbin angin juga memiliki beberapa kekurangan. Misalnya, turbin angin hanya dapat menghasilkan energi saat angin bertiup dan tidak efektif saat angin tidak bertiup. Selain itu, turbin angin dapat menghasilkan suara yang cukup bising dan dapat memengaruhi lingkungan sekitar.

Meskipun demikian, turbin angin masih merupakan sumber energi yang berpotensi besar dan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang semakin berkurang.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.