• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kisah Eksotisme Dunia Timu...

Kisah Eksotisme Dunia Timur Marco Polo Ciptakan Sensasi di Eropa

Jumat, 03 Mar 2023, 06:40 WIB

Pengembaraan Marco Polo ke wilayah Asia yang ia tuliskan dalam jurnal perjalanannya, sempat membuat takjub orang-orang di daratan Eropa. Walau muncul keraguan, Marco Polo kemudian berhasil meraih reputasi sebagai salah satu penjelajah terbesar di dunia

Penjelajah dunia timur Marco Polo yang hidup antara 1254-1324 melakukan perjalanan ke Tiongkok. Ia tinggal dan melayani penguasa Mongol Kubilai Khan (1214-1294) antara 1275 dan 1292 atau 17 tahun. Orang dengan mudah mengetahui sepak terjang perjalanan karena ia menceritakan petualangannya sendiri dalam buku The Travels.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

SelainThe Travels, karya akhir dari petualangan Marco Polo berjudulIl Milione(The Million) sering diberi judulThe Travels of Marco PoloatauTravels (Description of the World)dalam bahasa Inggris. Jurnal perjalanannya yang diedarkan pada 1298 itu langsung menimbulkan sensasi.

Dalam buku tersebut ia bukan hanya menggambarkan pengembaraannya tapi juga orang-orang, tempat, dan adat istiadat di Timur, termasuk istana Khan yang menakjubkan. Karya yang menimbulkan sensasi itu menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan citra abadi Marco di benak orang-orang Eropa bahwa Tiongkok adalah tanah dengan kekayaan dan eksotisme yang luar biasa.

Penggambarannya hampir terlalu fantastis untuk dipercaya. Hal ini karena Eropa ketika itu jauh dari kata maju jika dibandingkan dengan Tiongkok. Keheranan orang-orang membuatnyamenikmati reputasi sebagai salah satu penjelajah terbesar di dunia.

Karya bukunya memberi wawasan yang tak ternilai tentang pemerintahan Mongol dan Asia pada umumnya pada akhir abad ke-13 masehi. Meski banyak yang meragukan perjalanannya sebelum beberapa puluh tahun kemudian orang Eropa menemukan kesaksian lain.

Marco Polo lahir dalam keluarga pedagang Venesia yang kaya pada 1254. Ibunya meninggal tidak lama setelah melahirkannya. Pada 1271, saat baru berusia 17 tahun, Marco menemani ayah dan pamannya, Niccoló Polo dan Maffeo Polo. Dalam perjalanan mendampingi kedua pria tua itu ke Asia timur, mereka sempat mengunjungi istana pemimpin Mongol Kubilai Khan di Tiongkok.

Rombongan itu ditemani oleh dua pendeta yang sangat ingin melakukan perjalanan sebagai misionaris. Tetapi setelah perjalanan yang sulit, mereka hanya sampai di Armenia sebelum kembali. Sedangkan Polo melakukan perjalanan melalui darat melalui rute perdagangan yang sudah mapan termasuk diantaranya Jalur Sutra (Silk Road) yang melintasi dataran, pegunungan, dan gurun yang membentang dari Eropa ke Asia.

Mereka melewati Persia dan Kekaisaran Ilkhan, Samarkand, dan Turkestan, dan kemudian melalui Chagatai Khanate. Kadang-kadang mereka berhenti di tempat-tempat tertentu selama berbulan-bulan sementara mereka memulihkan diri dari kelelahan, sakit, atau menunggu sesama pengelana untuk berkelompok dan membentuk karavan yang dikawal yang mungkin lebih tahan terhadap bahaya perjalanan melalui alam liar yang diganggu oleh bandit.

Pada 1275, setelah menempuh perjalanan selama tiga setengah tahun, keluarga Polo akhirnya mencapai istana Khan di ibu kota musim panas Shangdu (Xanadu). Pemimpin Mongol Kubilai Khan memerintah Tiongkok sebagai kaisar dinasti Yuan (1276-1368 M) dengan nama pemerintahan Shizu.

Utusan Tetap

Kubilai, cucu Genghis Khan (1162-1227), menciptakan kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia, dengan kekuasaan Mongol yang membentang dari Laut Kaspia hingga Semenanjung Korea.

Ibu kota permanen Kublai adalah Cambaluc (alias Khanbalikh, Tatu atau Daidu). Kota ini saat ini berada di Kota Beijing yang dijadikan ibu kota Tiongkok pada 1421. Istananya terkenal dengan kemegahannya. Khan dikenal sebagai pendukung sastra yang fanatik dan dia sendiri menyukai agama Buddha serta mengizinkan semua agama untuk dipraktikkan.

Meski berasal dari Mongol, dia memeluk budaya Tiongkok, ini tidak dilakukan penguasa Mongol sebelumnya. Meski dinasti Mongol sangat ekspansionis, Khan adalah tuan rumah yang ideal untuk menyambut pelancong dari Eropa seperti Marco Polo.

Marco Polo dalam buku tersebutmenggambarkan, Kublai, yang bergelar Grand Khan, atau tuan, bertubuh sedang, tidak tinggi atau pendek, anggota tubuhnya terbentuk dengan baik, dan di seluruh sosoknya ada proporsi yang adil.

"Kulitnya cerah, dan kadang-kadang diliputi warna merah, seperti semburat mawar yang cerah, yang menambah keanggunan pada wajahnya. Matanya hitam dan tampan, hidungnya bagus dan menonjol," tulis dia.

Kekaguman antar keduanya saling menguntungkan. Marco Polo ditunjuk sebagai utusan tetap dan berada di sekeliling kekuasaan Khan. Ini sesuai dengan kebijakan penguasa Mongol untuk tidak menggunakan pejabat Tiongkok jika memungkinkan.

Seperti halnya Marco Polo akan memukau Eropa dengan kisah-kisahnya tentang Timur di kemudian hari, dia ditakdirkan untuk melakukan perjalanan ke bagian lebih jauh dari Kekaisaran Mongol. Ia kemudian kembali ke Khan dan memberitahu dia tentang orang-orang dan kebiasaan yang ditemuinya.

Selama berinteraksi Marco belajar bahasa lokal, membuat catatan ekstensif dalam perannya sebagai utusan Khan dan bahkan mungkin diangkat menjadi wakil gubernur Yang Chow. Jabatan ini dipegang selama tiga tahun, walaupun beberapa sarjana berpendapat dia tinggal di sana dalam kapasitas lain. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.