Cegah Jangan Sampai Jadi Wabah, Pemerintah Diminta Koordinasikan Kemenkes Asean Antisipasi Flu Burung

Minggu, 26 Feb 2023, 21:25 WIB

Jakarta - Cegah jangan sampai jadi wabah. Pakar kesehatan dari Universitas YARSI ProfTjandra Yoga Aditama meminta Pemerintah Indonesia mengkoordinasikan seluruh Kementerian Kesehatan negara Asean untuk kewaspadaan dan antisipasi flu burung.

"Untuk antisipasi flu burung sekarang ini, karena Indonesia sekarang memegang Keketuaan Asean maka akan baik kalau Kementerian Kesehatan kita mengkoordinasikan seluruh Kementerian Kesehatan negara Asean untuk kewaspadaan dan antisipasi flu burung," ujar Tjandra melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan, terdapat tiga hal dalam kewaspadaan dan antisipasi flu burung. Pertama, mendeteksi apakah ada kasus di negara Asean lain di luar Kamboja (termasuk Indonesia).

Kedua, kalau memang ada maka perlu upaya maksimal untuk mengendalikan pada sumbernya supaya kasus tidak keluar ke negara lain.

"Dan ketiga, negara yang belum ada kasus perlu membentengi diri agar jangan kemasukan," kataDirektur Pasca-Sarjana Universitas YARSIitu.

Untuk masyarakat di Indonesia, lanjut dia, ada lima hal yang perlu dilakukan, pertama adalah surveilans ketat pada unggas dan manusia untuk mendeteksi awal jika sudah ada kasus.

"Untuk unggas deteksinya bisa di tiga tempat, yakni peternakan, pasar ayam, dan lingkungan rumah. Untuk manusia dapat dideteksi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain, apalagi kalau ada klaster beberapa orang dengan gejala yang sama," katanya.

Untuk kewaspadaan dan antisipasi kedua, kataTjandra, jika ada kecurigaan kasus pada manusia dan hewan maka tim yang turun ke lapangan harus dari tim gabungan antara kesehatan dan kesehatan hewan.

Ketiga, sarana diagnosis dicek ulang kesiapan dan ketersediaannya jika nanti diperlukan secara luas. Keempat, cek ketersediaan obat flu burung seperti Oseltamivir dengan merek Tamiflu.

Kelima, terus bekerja sama dengan WHO untuk memantau setidaknya perkembangan kasus di berbagai negara, perkembangan genomik kasus pada manusia dan unggas, serta kerja sama internasional untuk ketersediaan logistik yang mungkin akan diperlukan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.