Untuk Mencegah Jatuh Korban, BMKG: Perlu Kajian Komprehensif Zona Sesar Geser Mirip Gempa Turki
Jumat, 24 Feb 2023, 03:04 WIBJakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengatakan perlunya kajian yang lebih komprehensif mengenai zona sesar geser yang dianggap mirip dengan zona sesar gempa di Turki.
Dwikorita mengatakan gempa Turki mengingatkan bahwa sesar aktif dengan pergerakan geser mendatar atau strike-slip, dapat menyebabkan kejadian gempa katastrofi, dan gempa bumi yang kompleks.
"Perlu dilakukan kajian yang lebih komprehensif mengenai zona sesar geser tersebut di Indonesia. Misalnya ini yang mirip dengan apa yang ada di Turki yaitu sesar besar Sumatera atau The Great Sumatera Fault Zone, kemudian sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna, dan sesar Yapen," ujar Dwikorita di Jakarta, Kamis.Menurut dia, masih cukup banyak sesar di Indonesia yang dipandang ada kemiripan dengan sesar yang ada di Turki setelah kejadian gempa magnitudo 7,8.
BMKG: Perlu kajian komprehensif zona sesar geser mirip gempa Turki
Dwikorita mengimbau untuk waspada bahaya gempa akibat patahan multisegmen. Patahan itu terbagi-bagi menjadi beberapa blok atau beberapa segmen, dan bahkan patahan itu juga berdekatan dengan patahan yang lain.
Sehingga, tidak hanya patahan tunggal, tetapi ada patahan yang lain di sekitarnya. Gempa bumi di Turki dengan magnitudo 7,8 sanggup memecahkan seluruh segmen sesar Anatolia Timur.
Terdapat enam segmen dalam satu patahan Anatolia Timur tersebut, yaitu segmen Turkoglu, Golbasi, Yarpuzlu, Lakehazar dan Gorzali, dengan total panjang patahan anatolia Timur sepanjang 300 km.
"Fenomena ini memberikan peringatan bagi kita yang ada di untuk mewaspadai adanya potensi gempa multisegmen, bahkan bisa multifault ya yang sangat mungkin terjadi. Fenomena serupa pernah terjadi di Pulau Lombok tahun 2018 yang diguncang oleh lima gempa kuat dalam waktu 3 minggu dengan magnitudo 6,4; 7,0; 5,9; 6,2; dan 6,9," kata Dwikorita.
BMKG: Perlu kajian komprehensif zona sesar geser mirip gempa Turki
Berita Terkait:
-
TikToker Vilmei Kena Apes, Saldo Akunnya Dikuras Mantan Karyawan, Polisi Sita Rp11,59 Juta dari Rekening Tersangka
-
Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan
-
Kapolresta Karawang: Kesadaran Tertib Lalu Lintas Harus Ditanamkan Sejak Dini.
-
Semrawut, Kabel Udara Sepanjang 792 Meter di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX Cakung Ditertibkan
-
Presiden Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi EEF di Russia
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.