Polisi Duga Bahan Petasan Penyebab Ledakan di Blitar Tewaskan 1 Orang
Senin, 20 Feb 2023, 10:59 WIBKapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono menduga, ledakan yang teradi di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggo, Kabupaten Bitar, Jawa Tengah berasal dari bahan pembuat petasan yang tersimpan di dalam rumah.
"Untuk sementara dugaan awal penyebab ledakan adalah mercon (petasan), tetapi untuk memastikan, kami masih menunggu tim laboratorium forensik," kata Argowiyono di Blitar, dikutip dari Antara, Senin (20/2).
Argowiyono mengatakan, saatt ini polisi sudah melakukan sterilisasi hingga 100 meter dari jarak lokasi ledakan. Selain itu, sejumlah anggota kepolisian juga berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal di lokasi kejadian. Dalam insiden ledakan itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia, yakni pemilik rumah yang diketahui bernama Darman (65).
Berdasarkan keterangan dari ketua rukun tetangga dan tetangga korban, selain korban Darman yang menempati rumah tersebut, ada juga kedua anaknya bernama Aripin dan Widodo. Pada saat kejadian ledakan juga ada saudaranya yang bernama Wawa kebetulan bermain di rumah tersebut.
"Korban ledakan teridentifikasi meninggal dunia adalah pemilik rumah, sementara tiga orang masih tertimbun di reruntuhan. Kemungkinan meninggal karena ditemukan potongan tubuh," ujar Argowiyono.
Selain satu orang meninggal dan tiga orang masih dicari, dilaporkan ada delapan orang tetangga korban yang mengalami luka-luka terdampak ledakan itu. Mayoritas mereka mengalami luka gores akibat tertimpa reruntuhan atap atau plafon rumah.
Mereka antara lain Tri Wahyudi (27) dan Dwi Ernawati (21) yang mengalami luka ringan dan sesak nafas. Korban lainnya adalah Bara Kartanegara, Sri Utami (50), warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Ponggok, kemudian Kabol (82), warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Ponggok, lalu Gunawan (47), Ketua RT 01 RW 14 Karang Bendo, Ponggok, lalu Moh Azril (3), asal Desa Karang Bendo, Ponggok. Mereka mengalami syok dan kini masih proses pemulihan.
Selain rumah pemilik pembuat petasan yang rata dengan tanah, kerugian materiil dilaporkan jumlah rumah yang rusak terdampak ledakan ada 15 unit di sekitar TKP dengan kerusakan pada tembok dan atap.
Polisi saat kini masih berjaga menunggu proses olah TKP dan warga yang tidak berkepentingan dilarang mendekati lokasi ledakan.
Berita Terkait:
-
Sidang Dimulai untuk Pria Terdakwa Penabrak Massa di Parade Kemenangan Liverpool
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
-
AS Meminta Negara-negara Berbagi Data Patogen yang Berpotensi Jadi Epidemi sebagai Imbalan Bantuan Kesehatan
-
Pemkab Bantul Meminta Masyarakat Tidak Menyalakan Petasan Selama Ramadan
-
Presiden Trump Minta PM Jepang Tak Provokasi Tiongkok
-
Arus Mudik Natal dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Manokwari, PT Pelni Siapkan 7 Kapal Penumpang
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Pembunuhan Alvaro, Ada Peran Besar Saksi Kunci Ungkap Kasus Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.