Kembangkan Hidrogen Hijau, Tekad Jerman Beralih dari Bahan Bakar Fosil dan Tekan Emisi Karbon

Sabtu, 18 Feb 2023, 10:15 WIB

Jerman menjadi salah satu negara yang menggencarkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Ini sebagai salah satu upaya dalam menekan emisi karbon.

Dalam upaya untuk beralih dari bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon, Jerman berusaha untuk menghasilkan hidrogen "hijau" yang diekstrak menggunakan angin dan tenaga surya melalui elektrolisis. Ia berencana untuk menyimpan gas atau mengirimkannya ke konsumen yang ada dan sebagian kecil jaringan gas baru.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Sebuah proyek Jerman yang bertujuan meningkatkan energi bersih untuk pemanas rumah diharapkan mencapai tonggak penting dari 30 persen energi hijau yang dicampur dengan gas alam untuk memanaskan beberapa rumah tangga di barat daya negara itu dalam beberapa minggu, kata perusahaan di belakang proyek tersebut.

Proyek oleh Netze BW (EBKG.DE) adalah yang pertama dari jenisnya di Jerman untuk memasok gas campuran ke rumah tangga dan lokasi pengujian di kota barat daya Oehringen yang diharapkan perusahaan dapat berfungsi sebagai blueprint untuk sisa tahun ini.

Perekonomian terbesar Eropa bertujuan untuk akhirnya menggantikan gas alam, terutama dari Rusia. Jerman juga berusaha menciptakan rantai nilai baru untuk hidrogen hijau yang diharapkan dapat ditarik dari impor dan produksi dalam negeri.

"Pulau hidrogen" Oehringen, sebuah area di kota dekat Heilbronn dengan rumah keluarga terpisah, telah menerima campuran gas alam ditambah lebih banyak hidrogen secara bertahap dari operator jalur pipanya Netze BW, anak perusahaan utilitas EnBW (EBKG.DE) sejak musim gugur 2022.

Pencampuran terjadi di situs Netze BW, menggunakan daya terbarukan yang dibeli yang dimasukkan melalui pabrik elektrolisis.

Perusahaan ingin menunjukkan bahwa infrastruktur pipa dan boiler, radiator, dan kompor dapat beradaptasi dengan campuran tanpa penggantian atau penyesuaian besar. Dikatakan pihaknya berharap untuk menunjukkan bahwa menggunakan kembali infrastruktur gas besar Jerman untuk melayani rumah dan industri dapat berhasil.

"Tentu saja kami ingin menunjukkan bahwa 100% hidrogen juga bisa bekerja. Tapi itu baru kira-kira di pertengahan dekade ini," ujar Gruener.

Jerman dapat memanfaatkan pengalaman hingga tahun 1970-an dengan gas kota, yang dibuat dengan membakar batu bara dan mengandung hingga 50 persen hidrogen, tambahnya.

"Tidak ada perbedaan yang mencolok dengan gas 100%," kata Andreas Frasch, seorang pensiunan yang mengikuti tes tersebut.

Seperti diketahui, hidrogen hijau adalah bentuk gas hidrogen yang diproduksi menggunakan sumber energi terbarukan seperti energi angin atau surya, daripada melalui metode tradisional reformasi metana uap yang mengandalkan bahan bakar fosil. Hidrogen hijau memiliki potensi menjadi pemain kunci dalam peralihan ke ekonomi rendah karbon, karena dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar bersih untuk berbagai aplikasi termasuk transportasi, pembangkit listrik, dan proses industri. Namun, biaya produksi dan penyimpanan hidrogen hijau yang masih tinggi menjadi tantangan untuk adopsinya secara luas.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.