Hilirisasi Atasi Pelambatan Surplus NPI

Jumat, 17 Feb 2023, 08:46 WIB

JAKARTA - Tren pelambatan surplus neraca perdagangan Indonesia (NPI) harus segera diantisipasi. Pemerintah harus lebih gencar lagi mendorong kebijakan hilirisasi yang tengah dicanangkan. Sebab, kebijakan tersebut akan memiliki nilai tambah bagi negara dan rakyat dibandingkan program ekspor bahan ekstraktif yang dinikmati nilai tambahnya oleh negara pengimpor.

"Dengan hilirisasi, jelas ada value creation yang meningkatkan pendapatan tetapi juga dapat meningkatkan kesempatan usaha, kesempatan kerja dan nilai produk," ungkap Pengamat Energi, Surya Darma pada Koran Jakarta, Kamis (16/2)

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dia melanjutkan, di era ekonomi hijau saat ini, produk mineral kritis asal Indonesia tentu saja akan memiliki nilai tambah berlipat ganda karena kenaikan permintaan material komoditasnya untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik dan baterai. Peningkatan kebutuhan kendaraan dan baterai listrik tersebut sejalan dengan transisi energi secara global.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan di tengah tren perlambatan harga komoditas, dampak windfall pada performa net ekspor Indonesia mulai mereda. Penurunan nilai ekspor didorong oleh turunnya harga batu bara akibat peningkatan produksi di India dan dicabutnya larangan impor batubara oleh Tiongkok dari Australia, serta penurunan nilai ekspor minyak kelapa sawit dan besi baja.

"Pemerintah perlu mendorong hilirisasi dan diversifikasi ekspor," tandas Teuku.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), NPI pada Januari 2023 tercatat 3,87 miliar dollar AS atau lebih rendah ketimbang catatan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 3,96 miliar dollar AS. Sebagai rinciannya, nilai ekspor pada Januari 2023 turun 6,36 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) menjadi 22,31 miliar dollar AS, sedangkan impor turun sebesar 7,15 persen (mtm) menjadi 18,44 miliar dollar AS.

Ekspor ke negara mitra dagang utama juga tetap mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Ekspor produk nonmigas ke Tiongkok mencapai 25,2 persen dari total ekspor nonmigas tumbuh sebesar 49,4 persen (yoy). "Walaupun PMI Manufaktur beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti Tiongkok masih ada dalam zona kontraksi, ekspor masih tumbuh tinggi di awal tahun ini," ujar Febrio.

Waspadai Tekanan

Febrio menambahkan kinerja ekspor-impor Indonesia pada Januari lalu melanjutkan surplus neraca perdagangan hingga 33 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat, Filipina, dan India dengan komoditas utama bahan bakar mineral, produk sawit, serta mesin.

"Surplus neraca perdagangan pada awal tahun ini merupakan awal yang baik dalam memperkuat resiliensi perekonomian nasional dalam menghadapi tantangan global ke depan. Angka ekspor dan impor masih cukup tinggi, bahkan paling tinggi jika dibandingkan angka pada bulan Januari tahun-tahun sebelumnya," kata Febrio.

Meskipun begitu, lanjutnya, pemerintah akan tetap mewaspadai adanya potensi tekanan dari perlambatan ekonomi global dan terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor, termasuk melalui dorongan hilirisasi sumber daya alam, mendorong diversifikasi negara tujuan ekspor terutama ke negara-negara potensial.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.