Tim Kesehatan Indonesia Siapkan Pelayanan Medis Korban Gempa Turki di Hatay

Rabu, 15 Feb 2023, 12:59 WIB

JAKARTA - Tim Kemanusiaan Indonesia yang terdiri dari BNPB dan emergency medical team (EMT) bersiap untuk pengaktifan pelayanan medis kepada warga terdampak gempa M7,8 di Hattay, Turki.

Dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu, tim EMT yang seluruhnya terdiri dari 119 personel gabungan melakukan survei lokasi dan menurunkan perlengkapan dan peralatan di Hassa, Provinsi Hatay untuk mendirikan tenda rumah sakit lapangan di wilayah itu.

Ket. Foto: Tim Kesehatan RI di Turki. — Sumber: antarafoto

Pendirian fasilitas medis ini membutuhkan suplai air dan listrik, sehingga sebelum melihat di lapangan, tim bergerak menuju AFAD atau badan penanggulangan bencana Turki untuk mendapatkan rekomendasi.

"Dari AFAD dan pemerintah daerah setempat, pemilihan lokasi ini merupakan rekomendasi dari mereka," ujar Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia Bambang Surya Putra.

Tim didampingi Dubes RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal pada persiapan yang dilakukan pada Selasa (14/2).

Pembagian personel telah dilakukan sesuai dengan keahlian personel EMT. Rumah sakit lapangan juga didukung dengan pelayanan bergerak untuk menjangkau warga yang sakit.

Kualifikasi EMT tipe 2 di bawah Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini didukung oleh dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker hingga petugas dapur umum. EMT ditunjang juga dengan peralatan, perlengkapan dan obat-obatan.

"EMT ini didukung para personel dari berbagai organisasi atau institusi seperti Puskris Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, PAEI, PMI, MDMC, Dompet Dhuafa," ujar Bambang yang juga Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia.

Selain itu, Bambang menambahkan EMT ini beranggotakan dokter-dokter dari berbagai ikatan atau perhimpunan profesi di Indonesia, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI), Perhimpunan Ahli Bedah Ortophaedi Indonesia (PABOI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin).

"Ada juga dari Perdamsi, POGI, PDSKJI, IPOTI, Hipgabi, IAI, Persatuan Ahli Gizi, dan IBI. Mereka semua ini merupakan tenaga cadangan kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan," tambah Bambang.

Sementara itu, tim BNPB mendukung dalam manajemen sumber daya penyiapan di bawah pusat komando untuk seluruh sumber daya manusia yang digerakkan di Turki.

"Dukungan ini seperti memfasilitasi transportasi udara untuk logistik, transportasi darat untuk penerjunan personel," tambah Bambang.

Bambang juga menambahkan tim BNPB membantu koordinasi dengan pihak otoritas setempat dan mendukung kebijakan penanganan antara kedutaan dan AFAD maupun pemerintah daerah Hattay.

Tim Darurat Medis (EMT) tiba di Bandar Udara Adana Sakirpasa pada Senin malam (13/2) pukul 22.00 waktu setempat. Dubes RI Lalu Muhammad Iqbal bersama Atase Pertahanan KBRI dan Ketua Tim Kemanusiaan menyambut rombongan EMT di bandara tersebut.

Saat berada di ruang kedatangan, perwakilan Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas bantuan Pemerintah Indonesia kepada masyarakat Turki.

"Selamat datang di Turki. Terima kasih atas kedatangan tim untuk membantu kami. Kami sangat senang menerima para personel EMT," ujarnya pada Senin (13/2).

Sebelum menuju Hassa pada hari ini (14/1), para personel EMT mendapatkan penjelasan dari Dubes RI untuk mendapatkan informasi perkembangan terkini penanganan darurat di wilayah itu.

Personel EMT ini merupakan bagian dari Tim Kemanusiaan Indonesia yang dikirim bersama dengan Medium Urban Search and Rescue (USAR).

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.