Lembaga Luar Angkasa Turut Berlomba dengan Beragam 'Startup'
Senin, 13 Feb 2023, 06:20 WIBSeperti namanya, The National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga ini dikenal dengan misi luar angkasa (space). Lembaga yang baru saja meluncurkan Artemis, sebenarnya juga bertanggung jawab atas penelitian penerbangan.
Kata "Aeronautics" pada nama NASA berarti agensi ini memiliki otoritas hukum untuk melakukan penelitian ilmiah tentang hal-hal seperti penerbangan supersonik dan pesawat tanpa emisi. Perlu juga dicatat bahwa sebelum NASA dibentuk, pada 1 Oktober 1958, ada National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) yang lahir pada 3 Maret 1915 dan diserap ke dalam NASA.
"Ini akan menjadi tugas komite penasehat aeronautika untuk mengawasi dan mengarahkan studi ilmiah tentang masalah penerbangan dengan maksud untuk solusi praktisnya," tulis lamanSimple Flying.
Di antara produk kerja NACA yang signifikan adalahsuperchargeruntuk pesawat tempur baling-baling Mustang P-51D, dan penelitian penerbangan supersonik asli. NASA saat ini membangun di atas warisan ini dengan pekerjaan di era '70-an dan era '80-an padawingletpada pesawat Boeing 747-400.
NASA telah menyusun tidak kurang dari 62 pesawat-X. Pesawat-pesawat X ini berkisar dari X-1, yang merupakan pesawat yang digunakan Chuck Yeager untuk memecahkan penghalang suara hingga pesawat tak berawak, hingga X-62 VISTA yang digunakan untuk menguji sistem pesawat tempur pada jet tempur F-16 Viper yang dimodifikasi.
NASA saat ini bersaing dengan para pengembang pesawat baterai-listrik lainnya untuk menciptakan penerbangan yang ramah lingkungan. perusahaan rintisan (startup) Harbour Air dari Kanada misalnya tengah mengembangkan pesawat amfibi listrik oleh sektor swasta.
Harbour Air menggunakan pembangkit listrik Magni500 Magnix 750hp (559kW) yang terpasang pada 1957 de Havilland of Canada Beaver. Baru-baru ini menyelesaikan penerbanganpoint-to-pointpertama ke pameran statis di Victoria,open housemuseum British Columbia. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pesawat tanpa emisi yang aman untuk layanan Harbour Air pada musim panas 2024.
Embraer Brasil juga menguji pesawat baterai-listrik. Dalam kasus mereka, perusahaan kedirgantaraan ini menggunakan EMB-203 Ipanema untuk menguji teknologi untuk digunakan di masa depan pada rute regional.
Sementara itu Regent di Amerika Serikat sedang mengerjakan Seaglider baterai-listrik. Pesawat ini, dengan dukungan keuangan dari Hawaiian Airlines, terbang di darat dan dapat berfungsi sebagai feri cepat jika sesuai atau diperlukan.
Lalu adastartupEviation yang mengembangkan pesawat Alice Eviation melakukan penerbangan pertamanya. Alice sudah memiliki 25 pesanan dari Evia Aero Jerman dan sejumlah operator lain, termasuk United Airlines, maskapai kargo DHL, dan maskapai regional Cape Air.
Ini membantu ketika biaya operasi pesawat lebih murah daripada opsi tradisional untuk penerbangan hingga sembilan penumpang. Meskipun demikian, Alice membutuhkan pengujian penerbangan lebih lanjut sebelum sertifikasi untuk membawa penumpang yang membayar.
Ada pengembang serius yang mengerjakan elektrifikasi penerbangan di berbagai negara saat ini. Oleh karena itu, NASA menyatakan perlu terlibat dan membantu mengembangkan proses sertifikasi untuk keselamatan maksimum di udara. hay/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Jadwal Semifinal IBL 2026: Satria Muda Kontra Hornbills di Laga Pembuka
-
Panen 200-an Ton, Hasil Budidaya Udang Kebumen Tembus Pasar AS
-
Pemprov DKI Dorong Sekolah Optimalisasi Lahan untuk Kegiatan Kelola Sampah
-
KPK Periksa 5 Saksi, Dalami PNBP Produksi Pertambangan di Kutai Kartanegara.
-
Australia–Fiji Menjalin Aliansi Pertahanan Baru, Upaya Mengungguli Pengaruh Tiongkok di Pasifik
-
Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru
-
Studi Global Temukan Inflamasi Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.