Berpotensi Melemah
Senin, 13 Feb 2023, 07:43 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi kembali melemah, awal pekan ini. Pergerakan rupiah bakal tertekan oleh penguatan dollar AS yang meluas dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Chief Analist DCFX Futures Lukman Leong menilai sentimen eksternal masih akan mendominasi pergerakan rupiah selanjutnya. Investor nampaknya masih menghindari aset dan mata uang beresiko menjelang rilis data inflasi AS Selasa (14/2) yang diperkirakan naik. Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (13/2), bergerak di kisaran 15.100-15.250 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan lalu, melemah seiring kekhawatiran pasar tentang kenaikan suku bunga acuan AS. Kurs rupiah, Jumat (10/2), ditutup turun 37 poin atau 0,25 persen dari sehari sebelumnyaenjadi 15.134 rupiah per dollar AS.
"Kekhawatiran kenaikan suku bunga AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar," kata Analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Rully mengatakan kekhawatiran kenaikan suku bunga tersebut dipicu oleh adanya kecenderungan kenaikan imbal hasil obligasi AS bertenor panjang dan spekulasi hasil pertemuan bank sentral AS atau The Fed nanti malam terkait penanganan inflasi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Gubernur Babel Perluas Tanam Padi Jaksa Mandiri Pangan
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
The Spine: Ambisi Mesir Membangun Kota Masa Depan
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.