Proyek 'Smelter' Masih Setengah Hati

Kamis, 09 Feb 2023, 08:14 WIB

JAKARTA - Pelaku usaha diminta serius membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter. Lambatnya pertumbuhan jumlah smelter bauksit di Tanah Air tak terlepas dari minimnya dukungan dari pengusaha terhadap hilirisasi.

"Kenapa smelter bauksit itu lambat pertumbuhannya, karena pengusaha tidak serius, ditambah minimnya pengawasan," ungkap pengamat energi, Fabby Tumiwa, pada Koran Jakarta, Rabu (8/2).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Kemudian, lanjut Fabby, ujung-ujungnya mereka bilang sukar dapat pendanaan. Menurutnya, kalau diawasi ketat dan terus dipantau kemajuannya, mungkin tidak separah ini ketertinggalannya.

Pernyataan Fabby merespons arahan Presiden Joko Widodo sebelumnya agar bank mendukung pembangunan smelter. Fabby menjelaskan selain kurangnya keseriusan dunia usaha, hal lainnya juga karena perbankan terikat oleh regulasi kredit.

Dia mengatakan boleh saja Presiden meminta begitu, tetapi ada regulasi perbankan yang mewajibkan agar dalam pemberian kredit, perbankan harus mengikuti prinsip 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition dari debitur) serta kelayakan finansial proyek yang didanai.

Bank harus menghindari kredit macet. Untuk itu, kelayakan bisnis, termasuk pengelolaan risiko proyek oleh bank juga menjadi pertimbangan dalam pemberian kredit.

"Risiko proyek gagal bisa datang dari mana saja. Misalnya dari risiko feedstock tidak memadai untuk mencapai minimum kapasitas produksi atau risiko market, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Terkait jaminan pasar, dia mengakui pemerintah memang sukar menjamin pasar dari produk hasil smelter. Tetapi, pemerintah bisa membuat kebijakan yang bisa membuat pasar tumbuh. Ini termasuk mendorong pengembangan industri pemanfaatannya.

Secara terpisah, ekonom Nailul Huda mengakui program hilirisasi ini cukup berisiko. Meski demikian, program ini baik dijalankan dan dioptimalkan demi pendapatan negara. Karena itu, perbankan cukup berhati-hati dengan pemberian dana ke proyek smelter.

"Maka perlu dorongan khusus oleh OJK mengenai dukungan ini. Dukungan baik melalui peraturan maupun kelonggaran kewajiban perbankan. Harus koordinasi dengan Bank Indonesia (BI)," ungkap Huda.

Dukungan Hilirisasi

Seperti diketahui, sektor industri menunjukkan kinerja sangat baik pada 2022 dengan mencatatkan angka pertumbuhan 5,01 persen, serta menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi perekonomian, yaitu sebesar 1,01 persen. Setidaknya terdapat tiga hal yang mendukung pertumbuhan sektor ini, yaitu hilirisasi industri yang terus meningkat, pertumbuhan industri otomotif yang mencapai dua digit, serta produk hasil manufaktur Indonesia yang telah masuk dalam bagian global value chain.

Keberhasilan hilirisasi ditunjukkan dengan pertumbuhan industri logam dasar yang mencapai 14,8 persen atau tumbuh dua digit. Begitu pula dengan industri otomotif yang sebesar 10,67 persen. Kedua produk tersebut juga telah masuk dalam mata rantai global.

"Kami berharap pertumbuhan double digit ini bisa terus berlanjut di tahun 2023, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan di Jakarta, Selasa (7/2).

Di tengah ancaman tekanan ekonomi global, Menperin mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian global karena konflik Russia dan Ukraina masih terus berlangsung. Hal itu akan mengakibatkan disrupsi tersendiri terhadap supply chain.

"Kami di Kemenperin berupaya memberikan kemudahan kepada para pelaku industri melalui berbagai insentif untuk mengurangi dampak yang dirasakan akibat gejolak ekonomi global, pungkasnya," pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.