Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: Bank Sentral Harus Berpegang pada Bunga Lebih Tinggi Lebih Lama

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 09:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: Bank Sentral Harus Berpegang pada Bunga Lebih Tinggi Lebih Lama Doc: antara
Ket. Logo IMF di luar gedung kantor pusat IMF di Washington, AS.

WASHINGTON - Bank-bank sentral global perlu menjelaskan kepada pasar keuangan kemungkinan perlunya suku bunga tetap lebih tinggi lebih lama guna membawa inflasi secara berkelanjutan kembali ke target dan menghindari rebound dalam tekanan harga, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada Kamis (2/2).

Peringatan itu muncul di tengah pelonggaran yang signifikan dalam kondisi keuangan sejak Oktober ketika investor melihat kenaikan tajam suku bunga oleh bank-bank sentral tahun lalu untuk menurunkan tingkat inflasi yang menembus 6,0 persen di lebih dari 80 persen ekonomi dunia.

Sebaliknya, karena bank-bank sentral mendekati puncak suku bunga kebijakan mereka dan inflasi mulai surut, investor telah bertaruh pada perubahan arah kebijakan cepat ke penurunan suku bunga.

"Bank-bank sentral harus mengomunikasikan kemungkinan kebutuhan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama sampai ada bukti bahwa inflasi - termasuk upah dan harga jasa - telah kembali ke target secara berkelanjutan," kepala Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, Tobias Adrian dan dua wakilnya menulis dalam posting blog.

"Melonggarkan sebelum waktunya bisa berisiko kebangkitan tajam dalam inflasi setelah aktivitas rebound,membuat negara-negara rentan terhadap guncangan lebih lanjut yang dapat merusak ekspektasi inflasi," tambah mereka.

Putusnya sambungan terlihat pada Rabu (1/2) ketika Federal Reserve AS menaikkan suku bunga kebijakannya dan Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral tidak berencana menurunkan suku bunga tahun ini karena perlu melihat disinflasi barang-barang diikuti oleh kemajuan nyata di sektor jasa, yang diperkirakan akan memakan waktu lebih lama.

Investor mengabaikannya, bertaruh lebih jauh bahwa Fed akan memangkas suku bunga tahun ini sementara saham menguat. Indeks saham S&P 500 telah meningkat lebih dari 7,0 persen tahun ini dan naik lebih dari 15 persen dari level terendahnya pada pertengahan Oktober. Ukuran mingguan yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan AS yang dilacak oleh Fed Chicago menunjukkan bahwa mereka saat ini lebih longgar dari rata-rata menurut standar historis.

Pasar keuangan di tempat lain bereaksi dengan cara yang sama pada Kamis (2/2) ketika Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga guna meredam inflasi.

Pelonggaran prematur dalam kondisi keuangan tidak disukai bank-bank sentral, karena hal itu menurunkan biaya pinjaman pada saat pembuat suku bunga mencoba untuk tetap membuatnya restriktif guna meredam permintaan di seluruh ekonomi mereka dan membawa inflasi lebih rendah.

IMF mengatakan sejarah menunjukkan inflasi yang tinggi seringkali bertahan tanpa tindakan kebijakan moneter yang "kuat dan tegas" dan mencatat juga bahwa sementara inflasi barang-barang telah mereda dengan cepat, kemajuan yang sama tidak mungkin terjadi pada sektor jasa tanpa pendinginan yang signifikan di pasar tenaga kerja.

"Yang terpenting, bank-bank sentral harus menghindari salah membaca penurunan tajam harga barang dan pelonggaran kebijakan sebelum inflasi jasa dan upah, yang menyesuaikan lebih lambat, juga telah dimoderasi secara nyata," tulis para penulis. "Sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk tetap tegas dan fokus membawa inflasi kembali ke target tanpa penundaan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.