Yogya Heboh Soal Penculikan Siswa, Keamanan Sekolah Diminta Diperketat

Kamis, 02 Feb 2023, 17:02 WIB

Yogyakarta - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta kembali menerbitkan surat edaran untuk menegaskan kembali surat edaran yang sempat diterbitkan pada awal Januari guna mengingatkan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Surat Edaran (SE) Nomor 421/979 tentang peningkatan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan sekolah tersebut diterbitkan pada 1 Februari. Sebelumnya SE serupa juga sudah diterbitkan pada 6 Januari 2023 tentang keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah.

"Tujuannya agar sekolah semakin meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Asrori di Yogyakarta, Kamis.

Selain itu Budi pun berharap dengan sekolah yang aman, maka orang tua akan merasa lebih tenang saat anak mereka menjalani seluruh kegiatan belajar di sekolah.

Dalam SE terbaru tersebut, sekolah juga diminta untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Sekolah juga diminta menjalin komunikasi yang intensif dengan orang tua siswa.

Dalam beberapa hari terakhir, mencuat beberapa kasus dugaan percobaan penculikan anak yang terjadi di Kota Yogyakarta dan beberapa kabupaten di DIY.

"Sebelum ada kasus tersebut, sekolah pun sudah diminta menyusun SOP kedatangan dan kepulangan siswa termasuk pengantaran dan penjemputan. SE terbaru ini sifatnya menegaskan kembali," katanya.

Sekolah pun diminta mendata identitas pengantar atau penjemput siswa dan memastikan siswa dijemput oleh keluarga atau orang yang dikenal anak.

"Sekolah juga memastikan seluruh siswa tetap berada di lingkungan sekolah saat jam pelajaran dan ada guru pendamping jika ada kegiatan di luar sekolah," katanya.Ia berharap dukungan dari masyarakat di sekitar lingkungan sekolah untuk ikut menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta Edy Muhammad mengatakan guna mengantisipasi potensi munculnya kasus penculikan anak maka diperlukan kerja sama di lingkungan masyarakat.

"Di wilayah sudah ada Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), ada juga Karang Taruna, RT/RW, dan warga itu sendiri. Semua perlu terlibat untuk memastikan keamanan dan memberikan perlindungan kepada anak," katanya.

Ia pun berharap orang tua juga memberikan pengawasan lebih kepada anak, misalnya tidak mengabaikan jika anak bermain sendiri di luar rumah atau terpisah terlalu lama atau jauh dari orang tua.

"Semua pihak memiliki peran untuk pengawasan di lingkungan masing-masing," katanya.

Redaktur: Kris Kaban

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.