Wow....Kok Bisa! Sebanyak 110.000 Balita di Jakarta Menderita Stunting
Rabu, 01 Feb 2023, 11:11 WIBJakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengadakan pertemuan untuk membahas upaya penurunan tengkes (stunting) di Ibu Kota.
Menkes tiba di Balai Kota Jakarta, Rabu 1/2), sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung memasuki Pendopo Ruang Kerja Gubernur DKI Jakarta.
Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartonomenyambut Budi Gunadi Sadikinyang berbaju batik berwarna cokelat.
Keduanya kemudian memasuki Ruang Rapat Pimpinan Balai Kota Jakarta untuk membahas percepatan penurunan tengkes di Jakarta.
Heru sebelumnya sudah menginformasikan kepada awak media bahwa dirinya akan bertemu dengan Menteri Kesehatan untuk membahas penanganan tengkes di Jakarta.
"Besok atau Kamis, saya akan bertemu dengan pak Menteri Kesehatan juga membahas ini (stunting)," kata Heru saat meninjau pelayanan kesehatan anak di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/1).
Data terkait jumlah tengkes juga akan disinkronkan antara Pemprov DKI dengan instansi terkait di Pemerintah Pusat.
"Harapan kami dengan hormat pak Menkes akan diskusi, mensinkronkan data dengan benar-benar," imbuh Heru di Cilincing.
Terkait data tengkes, lanjut Heru, pihaknya masih melakukan pendataan.
Meski begitu, ia mendorong BKKBN, Kementerian Kesehatan dan BPS untuk menentukan jumlah tengkes berdasarkan data nama dan alamat sehingga saat pihaknya melakukan penanganan dapat langsung tepat sasaran.
"Saya tidak berpolemik masalah (data) itu, saya terima semua data, yang penting kami atasi di lapangan," imbuh Heru.
Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo sebelumnya mengungkapkan di Jakarta diperkirakan ada sekitar 110 ribu balita tengkes.
"Bisa dibayangkan kalau 'stunting'-nya 14 persen. Berarti masih ada sekitar 110 ribu balita 'stunting' di DKI Jakarta. Wajar kalau di Pejaten masih ada 19 anak gizi buruk," ucap Hasto.
Ia membeberkan dalam data yang dimiliki BKKBN, DKI Jakarta setidaknya memiliki sekitar 790 ribu balita.
Namun, angka prevalensinya diperkirakan menyentuh 14 persen atau sekitar 110 ribu balita menderita tengkes.
Redaktur: Kris Kaban
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
Awas Mesin Rontok, Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Jakbar
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.