RI Harus Jaga Asean Terhindar dari Krisis Pangan dan Energi

Senin, 30 Jan 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada acara "Kick Off Keketuaan Asean Indonesia 2023" di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (29/1), mengatakan Indonesia telah menjalankan Presidensi G20 dengan baik pada 2022. Pada 2023, Indonesia menjadi Ketua Asean di tengah situasi global yang sangat tidak mudah.

"Krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, semua, perang, semua sedang terjadi," kata Presiden.

Ket. Foto: PRESIDEN HADIRI ACARA “KICK OFF” KEKETUAAN INDONESIA DALAM ASEAN 2023 I Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, kedua dari kanan, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, kedua dari kiri bersepeda dari Istana Negara untuk mengikuti acara kick off keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (29/1). Acara tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang puncaknya akan berlangsung dua kali, yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Mei 2023 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan KTT ASEAN Plus di Jakarta pada September 2023. — Sumber: BMPI SETPRES

Sebab itu, Jokowi yakin Asean masih penting dan masih relevan bagi rakyat, kawasan, dan semua. Asean, kata Kepala Negara, akan terus berkontribusi bagi kawasan Indo- Pasifik dan menjaga pertumbuhan ekonomi di kawasan.

"Asean akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Asean akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan Asean matters epicetrum of growth," kata Jokowi.

Indonesia telah memulai tanggung jawab sebagai Ketua Asean 2023 sejak Presiden Jokowi menerima palu tanda penyerahan keketuaan dari Kamboja pada KTT ke-40 dan ke-41 Asean di Phnom Penh, Kamboja, 14 November 2022 lalu.

Beberapa Duta Besar (Dubes) negara sahabat yang hadir pada kesempatan itu menegaskan dukungan mereka kepada Indonesia sebagai Ketua Asean.

Dubes Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, menyebut peran ketua tersebut penting untuk stabilitas dan kemakmuran regional, sehingga Indonesia memikul tanggung jawab untuk membimbing Asean melalui periode yang dinilai cukup menantang saat ini.

"Saya sangat yakin Indonesia sebagai salah satu negara anggota terpenting, mungkin yang lebih berpengaruh bisa memenuhi peran ini," kata Grijns.

Dia menilai ada dua elemen penting yang harus dimajukan Indonesia selama masa Keketuaan di Asean, yaitu perdamaian di Myanmar serta integrasi ekonomi.

Sentralitas Kawasan

Ketua Departemen Politik Pemerintahan dan Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya, Malang, Aswin Ariyanto Azis, mengatakan fokus dan prioritas Indonesia dalam memimpin Asean adalah mengembalikan sentralitas kawasan tersebut di tengah rivalitas Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

"Indonesia harus menjaga stabilitas keamanan regional Asia Tenggara demi kondusifitas tekanan ekonomi global seperti krisis inflasi global, pangan dan energi," kata Aswin.

Dihubungi terpisah, peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan dalam beragam konteks peran Asean ini menjadi lebih penting terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Asean menjadi salah satu region yang pertumbuhan ekonominya cepat. Indonesia misalnya bisa tumbuh di kisaran lima persen, saat banyak negara tidak mampu mencapai level tersebut. Selain itu, peran Singapura dan Thailand yang strategis patut dicontoh sebagai negara yang mampu mendorong pariwisatanya untuk memajukan perekonomian mereka.

"Setelah pandemi, saya kira peran Asean menjadi lebih penting terutama dalam mendorong bagaimana negara-negara anggotanya untuk bisa pulih dan tumbuh lebih tinggi," kata Rendi.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.