Kuota SBN Ritel Seri SBR012 Ditambah Jadi Rp15 Triliun

Minggu, 29 Jan 2023, 13:38 WIB

JAKARTA - Pemerintah menambah kuota SBR012-T2 dan SBR012-T4 dari sebanyak Rp10 triliun menjadi sebesar Rp15 triliun dengan mempertimbangkan antusiasme dari masyarakat yang sangat tinggi serta masa penawaran yang masih akan berakhir pada 9 Februari 2023.

Ket. Foto: Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan pada peluncuran virtual Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 019 di Jakarta, Senin (25/1/2021). — Sumber: ANTARA/Dewa Wiguna

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan capaian pemesanan surat berharga negara (SBN) ritel seri SBR012-T2 dan SBR012-T4 mencapai Rp9,87 triliun di hari kesembilan penawaran, yakni Jumat (27/1) pukul 19.30 WIB dengan jumlah investor 35.666 SID (Single Investor Identification). Pencapaian tersebut hampir 100 persen dari target awal penerbitan SBR kali ini.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Deni Ridwan memerinci, pemesanan SBR012-T2 adalah sebesar Rp7,14 triliun dengan jumlah investor 23.980 SID, sedangkan SBR012-T4 sebesar Rp2,74 triliun dengan jumlah investor 11.686 SID.

Berkaca dari pengalaman penerbitan SBN ritel sebelumnya, banyak investor yang tidak berhasil mendapatkan alokasi karena kuota yg ditawarkan sudah terlanjur habis.

Karena itu, calon investor diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan yang ada karena penawaran SBN ritel melalui platform online dilakukan berdasarkan prinsip first come first served atau siapa cepat dia dapat.

"Ingat kata pepatah, penyesalan biasanya datang di akhir, kalau di awal namanya pemesanan. Pemesanan SBR012, pilihan berharga untuk tetap bahagia," kata Deni.

Pemerintah menawarkan kedua seri SBR012 dengan kupon di atas 6 persen secara online. Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR012-T2 dan SBR012-T4 dapat melakukan pemesanan hingga 9 Februari 2023 pukul 10.00 WIB.

Pemesanan dilakukan dengan cara menghubungi 29 mitra distribusi yang telah ditetapkan, meliputi 18 bank umum, 5 perusahaan efek, 4 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta 2 perusahaan Peer-to-Peer Lending.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.