Waspada Fenomena El Nino, BMKG Imbau Masyarakat untuk Panen Hujan
Jumat, 27 Jan 2023, 21:12 WIBJAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk memanen air hujan yang turun sebagai langkah memitigasi kemarau kering yang diprediksi terjadi sepanjang tahun ini.
"Mulai saat ini mumpung hujannya masih ada, kami sampaikan agar seluruh pihak dan seluruh masyarakat berupaya bersama dengan pemerintah daerah memanen air hujan," ujarnya di Jakarta, Jumat.
Dwikorita menjelaskan fenomena El Nino lemah yang terjadi tahun ini menyebabkan kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir. Situasi itu bisa mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini sebagai bentuk antisipasi.
Menurutnya, air hujan yang telah turun sejak tahun lalu sampai sekarang jangan langsung dialirkan ke sungai dan laut, tetapi dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memenuhi waduk, embung, dan kolam-kolam.
BMKG telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan modifikasi cuaca saat terjadi kemarau kering.
Teknologi modifikasi cuaca itu dilakukan dengan menyemai garam bila awan hujan sudah berada dekat waduk, sehingga hujan segera turun masuk ke dalam waduk.
"Waduk-waduk diisi penuh jangan sampai awannya lewat saja, sehingga kalau turun nanti membanjiri tempat lain. Tetapi mumpung mendekat ke waduk (hujan) dipaksa turun, sehingga saat turun jatuhnya tepat masuk ke danau agar bisa disimpan," kata Dwikorita.
"Jadi, konsepnya adalah menyimpan dan menampung air hujan yang diperlukan saat nanti kita kekurangan air," imbuhnya.
Lebih lanjut ia menyarankan sebaiknya selama musim kemarau kelak masyarakat ataupun pemangku kepentingan lainnya bisa mengoptimalkan air permukaan, bukan air tanah. Cara itu bisa dilakukan oleh komunitas masyarakat terutama di desa-desa.
"Saya lihat sendiri di desa-desa mereka melakukan pemanenan air hujan. Ada yang membuat bendungan, sehingga airnya bisa dikumpulkan di situ, ada pintu airnya, kalau berlebih dilepas untuk irigasi. Nanti kalau kemarau sudah nggak ada hujan kita sudah punya tabungan (air)," ujarDwikorita.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hutan 15 Hektare di Bengkalis, Kemenhut Ungkap Luas Karhutla Riau 2026.
-
Best Western Premier The Hive Rilis Donut & Bomboloni Premium Mulai Rp15 Ribuan
-
Suka Main Padel? Simak Tips Biar Tetap Aman dan Bebas Cedera
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Lebanon Perlu 20 Miliar Dolar AS untuk Bangun Kembali Negaranya Pascaperang
-
Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino
-
Harga Bawang Merah Rp43.800/Kg, Telur Ayam Rp29.300/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.