DIY KLB Campak, Para Orang Tua Diminta Segera Imunisasikan si Buah Hati

Kamis, 26 Jan 2023, 17:14 WIB

YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masuk ke dalam wilayah dengan statusKejadian Luar Biasa (KLB) sebaran penyakitcampak. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY kasus penyakit campak selama tahun 2022 lalu mencapai 48 kasus.

"Ya kita termasuk yang memiliki KLB campak, karena KLB campak itu didefinisi operasionalnya apabila ada dua positif campak dalam satu kesatuan epidemiologis," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari saat dihubungi awak media, kemarin.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Untuk itu, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengajak orang tua untuk memberikan imunisasi lengkap kepada sang buah hati, tak terkecuali pemberian imunisasi campak atau Measles Rubella (MR) campak.

Kepala Puskesmas Mantrijeron Eny Purdiyanti mengatakan, pada bulan September 2022 telah ditemukan dua balita yang terdampak campak. Ia berharap, adanya penemuan campak di tahun lalu diharapkan menjadi perhatian lebih terhadap orang tua agar segera memberikan imunisasi lengkap kepada balitanya.

"Mari para orang tua untuk segera memberikan vaksin bagi sang buah hati, untuk di Puskesmas Mantrijeron pemberian imunisasi dilayani setiap hari selasa. Semoga dengan layanan yang diberikan ini mampu memberikan manfaat kepada orang tua dalam memberikan imunisasi bagi sang anak," jelasEny Purdiyanti saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan, Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah mengatakan, untuk saat ini Kota Yogyakarta masih ditemukan anak-anak yang belum di imunisasi dan vaksin. Bahkan ditemukan juga orang tua yang memang masih menolak dan masih belum mau memberikan vaksin kepada anaknya.

"Ini yang kita khawatirkan bila anak-anak tidak terlindungi oleh vaksinasi yang sebetulnya penyakit-penyakit itu bisa dicegah, kita khawatirkan akan terjadi ledakan walaupun secara persentase capaian kita sudah lumayan tinggi imunisasi anak dan bayi," kata Lana Unwanah.

Menurutnya, imunisasi campak sangat dibutuhkan bagi anak, sebab penyakit campak dapat berbahaya jika terjadi komplikasi seperti Pneumonia, radang paru, autitis, radang telinga bahkan bisa sampai ke meningitis. Oleh karenanya campak bisa dicegah dengan melakukan imunisasi.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2022 terdapat 60 suspek penyakit campak yang ditemukan di puskesmas dan beberapa laporan dari rumah sakit di Kota Yogyakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan dan laboratorium ada sembilan kasus positif campak, dua kasus diantaranya berkaitan secara epidemiologis.

"Setelah dilihat status imunisasinya ini memang anak yang belum divaksinasi campak dan sejauh ini tidak ada komplikasi, Itu kejadian di tahun 2022. Imunisasi campak ini sudah masuk di dalam program pemerintah yaitu imunisasi MR campak dan rubella yang diberikan kepada bayi usia sembilan bulan," katanya.

Lanjutnya, pemberian booster atau imunisasi campak yang kedua diberikan kepada anak berusia 18 bulan dan pada anak usia sekitar enam tahun atau kelas satu SD diberikan kembali imunisasi campak bersamaan dengan pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah di bulan Agustus. ''Dengan pemberian tiga kali imunisasi campak pada anak, diharapkan bisa melindungi dari terinfeksinya penyakit campak," jelasnya.

Ia berharap, pencegahan penyakit campak ini bisa tertangani dengan pemberian imunisasi dan vaksinasi yang difasilitasi oleh pemerintah secara gratis di semua puskesmas di Kota Yogyakarta.

''Kami mengimbau kepada semua orangtua yang mempunyai bayi segeralah memberikan imunisasi lengkap, tidak hanya MR campak namun imunisasi lainnya baik yang dasar maupun booster. Sebab ini sebetulnya bisa mencegah penyakit dengan imunisasi atau polio, hepatitis B, pertussis, difteri, haemophilus influenzae type B, campak dan tetanus (PD3I). Melalui imunisasi PD3I dapat dicegah sehingga mencetak generasi Indonesia unggul," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengungkapkan, penyebabnya penyakit campak terjadi akibat adanya virus dengan gejala demam atau batuk pilek yang khasnya terdapat bercak putih di daerah tenggorokan dan bintik-bintik kemerahan di badan.

"Itu harus dipastikan terlebih dahulu apakah merupakan tanda penyakit campak, dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Jika ada minimal dua kasus yang saling berhubungan secara epidemiologis baru itu dinyatakan wabah campak," ujarnya.

Tambahnya, saat ini pencapaian vaksin di Kota Yogyakarta sudah mencapai lebih dari 90 persen. Sehingga harapannya imunisasi campak ini dapat diberikan secara merata.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.