Dolar AS Makin Merosot, Euro Mendekati Puncak 9 Bulan

Senin, 23 Jan 2023, 09:54 WIB

SYDNEY - Dolar menatap penurunan sesi keempat berturut-turut terhadap euro pada awal sesi Asia dalam perdagangan Senin (23/1) pagi, karena komentar yang lebih hawkish pada suku bunga Eropa kontras dengan perkiraan pasar untuk Federal Reserve yang kurang agresif.

Euro merayap maju ke 1,0870 dolar dan mendekati puncak sembilan bulan baru-baru ini di 1,08875 dolar. Penembusan di sana akan membuka jalan ke puncak April tahun lalu di 1,0936 dolar.

Itu dibantu oleh anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Klaas Knot yang mengatakan suku bunga akan naik 50 basis poin pada Februari dan Maret serta terus naik di bulan-bulan berikutnya.

Knot dianggap sebagai hawkishdi antara para pembuat kebijakan dan komentar tersebut diambil sebagai dorongan terhadap laporan baru-baru ini bahwa ECB akan kembali ke pergerakan seperempat poin mulai Maret.

Sebaliknya, pasar berjangka telah memperkirakan hampir semua kemungkinan Fed dapat bergerak sebesar 50 basis poin bulan depan dan terus menurunkan kemungkinan puncak suku bunga menjadi 4,75 persen hingga 5,0 persen, dari saat ini 4,25 persen hingga 4,50 persen.

Investor juga memperkirakan penurunan suku bunga AS sekitar 50 basis poin untuk paruh kedua tahun ini, yang mencerminkan data inflasi, belanja konsumen, dan perumahan yang lebih lemah.

Survei kilat pada manufaktur Januari yang dijadwalkan minggu ini diperkirakan akan menunjukkan lebih banyak perbaikan di Eropa, sebagian berkat penurunan biaya energi, daripada di Amerika Serikat.

"AS telah kehilangan posisi kepemimpinan pertumbuhan globalnya jika survei PMI terbaru dapat dipercaya," kata Ray Attrill, kepala strategi valas di NAB. "Sementara itu, harga gas telah turun 60 persen sejak awal Desember, secara tajam mengurangi persyaratan negatif guncangan perdagangan yang membebani zona euro."

"Selain itu, inflasi AS terlihat turun lebih jauh dan lebih cepat dari proyeksi Fed sendiri," tambahnya. "Di bawah skenario ini, dolar memiliki ruang untuk jatuh lebih jauh tahun ini."

Attrill sekarang memperkirakan euro mencapai 1,1000 dolar pada Maret dan 1,1700 dolar pada akhir tahun.

Argumen yang sama berlaku untuk sterling, dengan pasar bertaruh bank sentral Inggris akan menaikkan setengah poin menjadi 4,0 persen pada pertemuan kebijakan minggu depan.

Pound naik di 1,2410 dolar dan dalam jarak yang sangat dekat dari puncak minggu lalu di 1,2435 dolar.

Dengan demikian, dolar sedikit lebih lemah terhadap sekeranjang mata uang di 101,890 dan hanya sedikit dari palung delapan bulan baru-baru ini di 101,510.

Dolar setidaknya berhasil stabil terhadap yen setelah bank sentral Jepang (BoJ) menentang tekanan pasar untuk membalikkan kebijakan kontrol obligasi yang sangat longgar.

Para analis menganggap BoJ akan bertahan sampai setidaknya pertemuan kebijakan berikutnya pada Maret, meskipun diperkirakan satu rintangan akan menjadi penunjukkan gubernur BoJ baru pada Februari.

Setiap petunjuk bahwa penggantinya kurang dovish dari gubernur saat ini Haruhiko Kuroda dapat membuat yen naik lagi.

Untuk saat ini, dolar bertahan di 129,40 yen, mengikuti kisaran liar minggu lalu antara 127,22 dan 131,58.

Fokus pada suku bunga akan membuat pertemuan bank sentral Kanada pada Rabu (25/1/2023) menjadi catatan, dengan pasar condong ke arah kenaikan seperempat poin lagi menjadi 4,5 persen, tetapi itu menjadi akhir dari siklus pengetatan di sana.

Mata uang Kanada sedikit menguat di 1,3374 per dolar AS, setelah melambung dari 1,3497 dolar pada Jumat (20/1/2023) ketika data penjualan ritel lokal terbukti jauh lebih lemah dari yang diharapkan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.