India Targetkan Penggunaan Hidrogen Hijau untuk Sejumlah Industri

Minggu, 22 Jan 2023, 13:03 WIB

India menjadi salah satu negara yang terus mendorong transisi energi ke energi baru dan terbarukan (EBT). Adapun upaya India untuk mewujudkan hal tersebut dengan membuat kebijakan penggunaan energi hijau oleh sejumlah industri.

Pemerintah India telah menetapkan target konsumsi hidrogen hijau untuk beberapa industri guna menghasilkan permintaan bahan bakar yang lebih bersih pada Jumat (13/1). Ini bertujuan untuk mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2070 mendatang.

Ket. Foto: India Targetkan Penggunaan Hidrogen Hijau untuk Sejumlah Industri — Sumber: Istimewa

India yang merupakan salah satu negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, saat ini telah rencana insentif sebesar 174,9 miliar rupee atau setara lebih dari 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Adapun insentif tersebut diharapkan mampu mempromosikan dan mengembangkan kapasitas produksi hidrogen hijau sebesar lima juta ton pada tahun 2030 mendatang.

Pemerintah India mengatakan, perlu ada upaya terpadu antara masing-masing kementerian yang memiliki target tertentu. Hal tersebut guna mencapai target emisi karbonnya.

Perekonomian terbesar ketiga di Asia ini ingin menggunakan hidrogen hijau untuk menggantikan hidrogen abu-abu, yang diproduksi menggunakan gas, karena beralih ke sektor dekarbonisasi seperti minyak dan pupuk. Hidrogen hijau adalah bahan bakar nol karbon yang dibuat dengan elektrolisis, menggunakan tenaga terbarukan dari angin dan matahari untuk memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen.

Perusahaan penyulingan terkemuka India Indian Oil Corp (IOC.NS), utilitas listrik terkemuka NTPC Ltd (NTPC.NS) dan konglomerat termasuk Reliance (RELI.NS) dan grup Adani telah mengumumkan rencana untuk membangun proyek hidrogen ramah lingkungan. Untuk secara bertahap membangun jalur pelayaran bertenaga hidrogen, India telah menetapkan tujuan untuk operator armada terbesarnya, Shipping Corp of India (SCI.NS) yang dikelola negara, untuk memperbaiki setidaknya dua kapal yang menggunakan bahan bakar berbasis hidrogen hijau dengan 2027.

Semua perusahaan minyak dan gas milik negara yang menyewa 40 kapal untuk transportasi bahan bakar juga harus menyewa setidaknya satu kapal bertenaga hidrogen hijau setiap tahun dari 2027 hingga 2030.

"Bungker amonia hijau dan fasilitas pengisian bahan bakar akan didirikan setidaknya di satu pelabuhan pada tahun 2025," kata pemerintah dalam dokumen kebijakannya, dikutip dari Reuters, Minggu (15/1).

"Fasilitas seperti itu akan didirikan di semua pelabuhan utama pada tahun 2035."

India bertujuan untuk mengakhiri impor pupuk berbasis amonia pada tahun 2034 hingga 2035, menggantikannya dengan nutrisi tanah berbasis amonia hijau yang diproduksi secara lokal. Pemerintah juga akan mengundang penawaran untuk mendirikan dua pabrik urea dan diammonium fosfat berbasis hidrogen hijau dalam negeri. Kebijakan tersebut juga mensyaratkan pabrik baja baru yang mampu beroperasi dengan hidrogen hijau.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.