Kinerja Pasar Modal Diprediksi Tetap Solid
Kamis, 19 Jan 2023, 08:48 WIBJAKARTA - Kinerja pasar modal Indonesia diperkirakan cenderung solid sepanjang 2023 meskipun tidak secerah tahun lalu. Sektor perbankan dan konsumen akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan pendapatan pada 2023.
Hal itu dipengaruhi teraklerasinya pertumbuhan kredit. Pada saat bersamaan, perusahaan konsumen melihat pemulihan marjin dari harga soft commodities yang lebih rendah.
"Tingkat pertumbuhan market earnings diharapkan menjadi satu digit rendah pada tahun 2023. Namun, jika kita mengeluarkan sektor komoditas, pertumbuhan pendapatan masih akan menjadi dua digit di pertengahan," ujar Investment Director Schroders Indonesia Irwanti dalam media briefing bertajuk Market Outlook 2023 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (18/1).
Sementara itu, menurut dia, sektor teknologi masih akan tetap berada di bawah tekanan disebabkan lingkungan suku bunga yang tinggi akan berdampak negatif bagi sektor tersebut. Meski demikian, dia menyebut arah kebijakan the Federal Reserve dan penurunan inflasi global pada tahun ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor ini.
Dia memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan cenderung tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga acuannya pada 2023 dibandingkan 2022. Dia menjelaskan investor asing telah menopang dengan baik pasar saham Indonesia dengan inflow total sebesar 61 triliun rupiah atau 3,9 miliar dollar AS sepanjang 2022.
Sedangkan investor lokal telah memegang banyak uang tunai sejak semester II- 2022, yang memberikan banyak amunisi untuk mendukung pasar sepanjang 2023.
Normalisasi Komoditas
Pihaknya pun memperkirakan harga komoditas akan mulai mengalami normalisasi, terutama harga batu bara, yang mana akan berdampak pada pertumbuhan PDB dan pertumbuhan earnings perusahaan pada 2023. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,0 persen year on year (yoy) pada 2023, dengan konsumsi dan investasi akan menjadi pendorong pertumbuhan.
Seperti diketahui, kinerja pasar modal Indonesia tercatat positif pada penutupan perdagangan 2022. IHSG ditutup pada level 6.850,52 atau tumbuh 4,09 persen year to date (ytd), dan nilai kapitalisasi pasar mencapai 9.509 triliun rupiah atau tumbuh 15,18 persen ytd pada 28 Desember 2022. "Yang mana rata rata harian perdagangan di angka 15 triliun rupiah," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Kemudian, jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 10,3 juta Single Investor Identification (SID) pada 28 Desember 2022, yang mana sebanyak 58,74 persen didominasi oleh investor berusia di bawah 30 tahun.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dapat 57 Emas, Kontingen Indonesia Bersedih, Atlet Andalan Sesak Napas Harus Mundur
-
Tak Perlu Ribet, Kartu Nusuk Jamaah Haji Dibagikan via One Stop Service di Padang
-
BMKG Ingatkan Warga Jabar Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
-
Coppa Italia: Fiorentina vs Como, Ujian Mental La Viola di Tengah Krisis Serie A
-
Wabup Lombok Tengah Peringatkan Pedagang: Jangan Mainkan Harga Sembako Jelang Lebaran
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun, UMKM Didorong Naik Kelas
-
Dengan Sistem Keamanan 3L, Pluang Perkuat Keamanan dan Kepercayaan Pengguna
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.