Aksi Unjuk Rasa Berujung Bentrok di PT GNI Morowali, Dua Pekerja Tewas
Senin, 16 Jan 2023, 08:55 WIBJAKARTA - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyatakan setidaknya dua orang tewas dalam insiden bentrokan antarkelompok pekerja di pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu (14/1) malam. Polisi masih menyelidiki pemicu kericuhan tersebut.
"Korban jiwa ada dua, satu dari TKA, satu dari TKI," Kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Didik Supranoto dikutip VOA pada Minggu (15/1) sore.
Bentrokan menyebabkan tiga blok tempat tinggal TKA dan satu blok pengamanan obyek vital terbakar. Selain itu, delapan unit kendaraan juga turut terbakar.
Didik mengatakan terkait dengan insiden tersebut, polisi telah mengamankan puluhan orang untuk dimintai keterangan di markas Kepolisian Resort Morowali Utara.
"Yang diamankan ada 69 orang, sekarang di Polres. Masih dalam proses pemeriksaan terkait dengan kejadian tadi malam," ungkap Didik.
Aparat telah mengerahkan ratusan personel dari TNI dan Polri untuk mengamankan lokasi kejadian. Dan kini, lokasi pabrik smelter PT GNI dinyatakan telah kondusif.
Insiden Pemukulan
Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT GNI Morowali Utara, Amirullah, menduga bentrokan itu dipicu oleh pemukulan terhadap enam pekerja lokal dalam aksi demonstrasi mogok kerja pada Sabtu (14/1) siang.
"Karena mungkin dia tidak terima bahwasanya teman-teman yang dipukul orang Indonesia, teman-teman kerjanya, sehingga dia balas," kata Amirullah, saat dihubungi VOA secara terpisah.
Dalam aksi unjuk rasa mogok kerja itu, para buruh menyampaikan delapan tuntutan di antaranya penerapan prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), pemberian alat pelindung diri (APD) kepada pekerja, penghentian pemotongan upah yang tidak jelas, serta mempekerjakan kembali anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang diberhentikan karena pernah melakukan mogok kerja.
Sementara itu, pihak PT GNI dalam siaran persnya menyatakan sangat prihatin atas peristiwa demonstrasi yang berakhir ricuh tersebut. Peristiwa tersebut akan berdampak tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat sekitar.
"Perusahaan bersama-sama dengan aparat penegak hukum langsung melakukan investigasi yang mendalam dan mengusut tuntas seluruh kejadian yang menimbulkan kerugian bagi semua pihak, baik kerugian materiel, material, hingga jatuhnya korban jiwa," tulis PT GNI di website perusahaan itu, Minggu (15/1).
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dari peristiwa tersebut.
"Ini akumulasi. Artinya mulai dari kecil tiba-tiba menjadi besar, sampai ada korban dua meninggal dunia. Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI, siapa yang meninggal dunia dari TKA, dan kenapa meninggal dunia," kata Rudy di Mapolres Morowali Utara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
HUT ke-131 Poso Sebagai Momentum Refleksi Pencapaian Pembangunan
-
Indonesia Resmi Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan ke Gaza
-
Ekonomi Asia Tahun Ini Diproyeksikan Tumbuh 4,5%
-
BBMKG Catat Rentetan Gempa Kecil di Buleleng Bali pada 26–27 November
-
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya sebagai Saksi Korupsi di DJKA
-
SPPG Diminta BGN untuk Kreatif Olah Pangan Lokal di Menu MBG saat Ramadan
-
DPR Usulkan Agar Pemerintah Berikan Perlakuan Khusus bagi Daerah UHC Cegah Penurunan Kepesertaan JKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.