Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Kabut Kesedihan' Pangeran yang Selalu Kehilangan Ibunya

3 Sabtu, 14 Jan 2023, 04:50 WIB | Oleh:
'Kabut Kesedihan' Pangeran yang Selalu Kehilangan Ibunya 'Kabut Kesedihan' Pangeran yang Selalu Kehilangan Ibunya Doc: John Redman/Associated Press
Ket. Diana, Princess of Wales dengan Harry kecil pada 1987.

Pagi itu, hari terakhir dalam Agustus 1997 setelah Diana Frances Spencer meninggal dalam kecelakaan di terowongan Pont de l'Alma. Pangeran Charles masuk ke kamar Harry yang megah di Istana Balmoral dan membangunkannya.

Ia menceritakan apa yang dialami sang ibu kepada anak berusia 12 tahun itu.

"Dia duduk di tepi tempat tidur," tulis Pangeran Harry dalam "Spare", memoar yang baru dirilis pekan ini.

"Dia meletakkan tangannya di lututku. Anakku tersayang, Mummy mengalami kecelakaan mobil, mereka mencoba Nak. Aku khawatir dia tidak berhasil," ujar Charles.

Harry menulis, tidak satu pun dari apa yang ia sampaikan kepada pria yang kini menjadi raja Inggris itu masih melekat dalam ingatan.

"Mungkin saja saya tidak mengatakan apa-apa. Yang saya ingat dengan sangat jelas adalah bahwa saya tidak menangis. Tidak satu tetes air mata. Pa tidak memelukku. Dia tidak pandai menunjukkan emosi dalam keadaan normal, bagaimana dia bisa diharapkan untuk menunjukkannya dalam krisis seperti itu?".

"Lalu sekali lagi tangannya menyentuh lututku dan dia berkata: Ini akan baik-baik saja. Itu cukup banyak baginya. Kebapakan, penuh harapan, baik hati. Dan itu sangat tidak benar," kenang Harry.

Terperosok dalam "kabut" kesedihan dan kemarahan, sang pangeran lalu mencoba mengobati dirinya sendiri. Pada awalnya dengan permen, kemudian, alkohol dan kokain.

Setelah itu aroma parfum Van Cleef & Arpels membuka aliran ingatan Harry yang tertekan tentang Diana, membantunya belajar menangis. Tetapi Eau Sauvage Dior, parfum Charles dan pernikahannya dengan Camilla, membuatnya bergeming, tetap dingin.

"Spare" adalah close-up muram dan emosional dari Pangeran Harry yang sakit hati. Seperti artinya "Cadangan", ini mengisahkan Duke of Sussex, sosok kelima dalam garis suksesi Kerajaan Britania Raya. Gemerlap dan penuh paradoks kepedihan, namun mencuri perhatian dengan referensi sastra dari John Steinbeck.

Buku ini dibuat dengan bantuan penulis berbakat J.R. Moehringer, pemenang Pulitzer untuk artikelnya "Crossing Over" di Los Angeles Times, sekaligus penulis memoar Andre Agassi.

Paris dan Paparazzi

Jika ada misteri yang Harry coba pecahkan, tentu saja tentang pembunuhan ibunya sendiri. Dilansir oleh The New York Times, bertahun-tahun setelah kematian Princess of Wales, gelar yang Diana sandang hingga 29 Agustus 1996, Harry meminta untuk melihat arsip rahasia terkait kecelakaan itu. Sekretaris pribadi Harry memperoleh file-file itu, meskipun dia menghapus bagian yang paling "sensitif", tulis Harry. Tapi tetap, ia harus melihat banyak foto paparazzi tentang ibunya yang sedang sekarat.

Kematian Diana setelah diburu paparazzi di Paris adalah tragedi yang menentukan dalam hidupnya. Bagi anak sekecil itu, bunyi klik kamera yang dipegang oleh paps, begitu Harry menyebut mereka dengan nada mengejek, terdengar seperti "seperti pistol yang dikokang atau hunusan pisau".

"Pria yang mengikutinya tidak pernah berhenti mengambil gambar saat dia berbaring di kursi, tidak sadarkan diri, atau setengah sadar," kenangnya.

"Tidak satu pun dari mereka yang menawarkan bantuan, bahkan tidak menghiburnya. Mereka hanya memotret, memotret, memotret," tulisnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan, PBB Soroti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.