Pejabat AS Dikabarkan Akan Kunjungi Kuba, Bahas Isu Penegakan Hukum dan Kepolisian

Jumat, 13 Jan 2023, 15:06 WIB

JAKARTA - Delegasi tingkat tinggi AS akan mengunjungi Kuba untuk menghidupkan kembali diskusi dengan pulau yang diperintah komunis itu tentang masalah polisi dan penegakan hukum, kata Departemen Luar Negeri AS, Kamis (12/1).

"Para pejabat AS dan Kuba akan bertemu bulan ini... di Havana untuk membahas topik-topik kepentingan bilateral dalam penegakan hukum internasional, termasuk kejahatan transnasional," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri tanpa menyebut nama.

Ket. Foto: Warga Kuba mengenakan kaos bermotif bendera Amerika Serikat duduk di seberang gedung dengan gambar grafiti tokoh nasional Che Guevara. — Sumber: AFP

Pejabat tersebut tidak memberikan tanggal pertemuan tetapi mengatakan delegasi akan mencakup pejabat dari Departemen Negara, Kehakiman dan Keamanan Dalam Negeri.

Pembicaraan dirancang untuk mengejar "diskusi konstruktif ... untuk memajukan kepentingan AS," kata juru bicara itu, tetapi tidak akan diadakan "dengan mengorbankan hak asasi manusia."

Washington dan Havana tahun lalu melanjutkan pembicaraan tentang masalah migrasi di tengah gelombang warga Kuba yang melarikan diri ke Amerika Serikat.

Kedutaan Besar AS di Havana bulan ini kembali mengeluarkan visa bagi warga Kuba yang ingin menetap di Amerika Serikat.

Namun "normalisasi" hubungan dengan negara kepulauan itu belum menjadi agenda.

Mantan presiden AS Donald Trump telah mengakhiri kebijakan keterbukaan terhadap Kuba yang diprakarsai pendahulunya Barack Obama.

Saat Presiden Joe Biden menjabat pada awal 2021, dia berjanji akan meninjau kembali kebijakan Amerika terhadap Kuba.Tetapi kebijakannya mengeras setelah protes anti-pemerintah di Kuba pada Juli 2021, dan tindakan keras selanjutnya terhadap aksi demonstrasi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.