Pembangunan Berkelanjutan Perlu Politik yang Kondusif

Rabu, 11 Jan 2023, 01:36 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan diperlukan pembangunan konfigurasi politik yang lebih kondusif bagi tata pemerintahan yang baik guna menjawab tantangan demokrasi untuk transformasi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

"Menurut saya masalah kita adalah bagaimana kita membangun konfigurasi politik yang lebih kondusif bagi tata pemerintahan yang baik, bukan malah demokrasi menjadi jalan bagi korupsi," kata Mahfud saat memberikan pidato secara daring pada acara Dies Natalis Universitas Paramadina ke-25 dipantau dari kanal YouTube Universitas Paramadina di Jakarta, Selasa (10/1).

Ket. Foto: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD — Sumber: antaranews

Pasalnya, kata Mahfud, hubungan antara demokrasi dan tata kelola pemerintahan saat ini tidak sedang baik-baik saja, yang kerap tidak mendukung lahirnya tata kelola pemerintahan yang kondusif bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Hal tersebut, lanjut dia, lantaran jebakan konfigurasi politik yang lahir dan dibangun secara demokratis pula. Ia menyebut konfigurasi politik tersebut dalam hal-hal tertentu bahkan dapat menghambat transformasi pemerintahan yang baik, termasuk melahirkan celah korupsi.

"Misalnya apa, korupsi itu lahir dari banyak politisi yang dipilih secara demokratis dan jalan untuk membuat korupsi terkadang diperoleh secara demokratis," ucapnya.

Meski memiliki sejumlah kekurangan, ia menilai sistem demokrasi sebagai pedoman berpemerintahan masih tetap dianggap yang terbaik sehingga yang perlu diperbaiki ialah jebakan konfigurasi-konfigurasi politik tersebut.

"Pilihan kita selalu demokrasi sehingga kita jangan berpikir sistem lain, (sistem) demokrasi tetap yang terbaik. Nah, kekurangan-kekurangan, jebakan-jebakan konfigurasi tadi (hendaknya) kita perbaikan pelan-pelan," ujarnya.

Untuk itu, ia pun mengajak semua elemen untuk membangun demokrasi yang lebih berkeadaban ke depannya agar dapat keluar dari konfigurasi-konfigurasi politik yang melahirkan celah korupsi tersebut.

"Demokrasi yang lebih berkeadaban, keluar dari konfigurasi politik korup dan itu adalah tugasnya para akademisi sebagai konseptor yang sekaligus juga menawarkan jalan keluarnya, bagaimana agar bisa tembus merubah sistem melalui proses-proses politik yang demokratis dan tidak merusak kehidupan bersama," kata Mahfud.

Lebih Baik

Mahfud MD menyebut pemilihan umum (pemilu) saat ini sudah jauh lebih baik sebagai bentuk kemajuan demokrasi bila dibandingkan dengan pemilu terdahulu.

"Kan, bagian dari kemajuan demokrasi. Pemilu sekarang juga jauh lebih baik dari pemilu dulu. Kenapa? karena kalau dulu pemilu itu dilakukan oleh lembaga pemilihan umum yang dipimpin oleh Kemendagri, dulu namanya Lembaga Pemilihan Umum (LPU)," kata Mahfud.

Ia menyebut pemilu saat ini lebih baik karena lembaga penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bersifat independen dan anggotanya dipilih langsung oleh DPR RI.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.