- Home
-
- Luar Negeri
-
- Panduan Baru: Obat dan Pem...
Panduan Baru: Obat dan Pembedahan Dianjurkan pada Anak dengan Obesitas
Rabu, 11 Jan 2023, 07:10 WIBWASHINGTON - Menurut pedoman baru yang dirilis pada Senin (9/1), anak-anak yang kesulitan melawan obesitas harus dievaluasi dan diobati sejak dini secara agresif. Langkah seperti pengobatan harus dilakukan pada anak-anak yang berusia setidaknya 12 tahun. Sementara tindakan pembedahan diizinkan pada anak-anak yang mengalami obesitas yang sudah berusia 13 tahun.
Dikutip dari Voice of America, praktik lama yang "menunggu sambil mencermati", atau menunda pengobatan untuk melihat apakah anak-anak dan remaja itu dapat mengatasi obesitas sendiri, hanya memperburuk masalah.
Data menunjukkan lebih dari 14,4 juta anak di Amerika Serikat mengidap obesitas. Jika tidak ditangani, obesitas bisa menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes dan depresi.
"Hanya dengan menunggu saja, kita tidak akan berhasil," ujar Ihuoma Eneli, salah satu penulis panduan pertama terhadap obesitas yang diderita anak-anak.
"Apa yang kita saksikan adalah terus berlanjutnya pertambahan berat badan dan kemungkinan bahwa mereka (anak-anak) akan mengalami (obesitas) ketika dewasa nanti," tambah Eneli, yang merupakan anggota Akademi Dokter Anak Amerika Serikat atauAmerican Academy of Pediatrics (AAP).
Secara umum, dokter harus menawarkan remaja yang berusia 12 tahun ke atas yang mengalami obesitas, akses kepada obat-obatan yang sesuai. Untuk remaja yang telah berusia 13 tahun ke atas dan menderita obesitas parah, mereka harus dirujuk untuk menjalani operasi penurunan berat badan, meskipun situasi bisa bervariasi.
Pedoman itu untuk menata ulang anggapan tidak akurat tentang obesitas sebagai "masalah pribadi, (yang disebabkan) mungkin oleh ketidakbecusan seorang individu dalam mengatasi masalahnya," kata Sandra Hassink, direktur medis untuk AAP Institute for Healthy Childhood Weight, yang juga menulis pedoman tersebut.
Masalah obesitas berdampak pada sekitar 20 persen anak-anak dan remaja dan sekitar 42 persen orang dewasa di seluruh AS, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC).
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Awali 2026, Bridgestone Indonesia Resmikan TOMO Signature Pertama dengan Layanan Premium
-
Kopdes Merah Putih Harus Serap Seluruh Produk Lokal
-
Imbas Masalah Naturalisasi, FIFA Cabut 3 Kemenangan Timnas Malaysia
-
Grab Indonesia dan Mitra Pengemudi Bagikan 20.000 Takjil di 40 Kota
-
Menko Kumham Dorong Polri Jadi Pilar Keadilan Humanis Nasional
-
Apakah Kabupatan/Kotamu Termasuk Inovatif untuk Kemajuan Ekraf?
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.