Presiden Bangun Optimisme dan Pastikan Ekonomi Membaik

Kamis, 05 Jan 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Bawah, Kota Pekanbaru, untuk memastikan bahwa optimisme pedagang bisa terus meningkat pada tahun 2023 setelah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saya masuk ke pasar bawah untuk melihat geliat ekonomi di pasar utamanya yang berkaitan dengan omzet apakah dibandingkan tahun 2021 lebih baik, para pedagang menyampaikan 2022 lebih baik," kata Presiden Jokowi, di Pekanbaru, Rabu (4/1).

Ket. Foto: JOKO WIDODO Presiden Indonesia - Setelah PPKM dicabut, para pedagang berharap omzetnya lebih baik. Artinya, di tahun 2023, semuanya berharap dan optimisme lebih baik dari tahun 2022. — Sumber: ISTIMEWA

Menurut Presiden Jokowi, setelah PPKM dicabut, para pedagang berharap omzetnya lebih baik. Artinya, di tahun 2023 semuanya berharap dan optimisme lebih baik dari tahun 2022.

Jokowi mengatakan kunjungannya tersebut memastikan bahwa optimisme para pedagang bisa terus meningkat di 2023.

"Saya masuk ke Pasar Bawah untuk melihat geliat ekonomi di pasar utamanya, yang berkaitan dengan omzet apakah dibandingkan tahun 2021 lebih baik, para pedagang menyampaikan 2022 lebih baik. Tapi setelah PPKM dicabut, para pedagang berharap omzetnya lebih baik. Artinya, di tahun 2023, semuanya berharap dan optimisme lebih baik dari tahun 2022," kata Jokowi.

Salah satu pedagang di Pasar Bawah, Masria, mengaku bangga karena Provinsi Riau menjadi provinsi pertama yang dikunjungi Presiden Jokowi di 2023.

"Pertama kali kami merasa bangga, di tahun 2023, kami dapat kunjungan di sini. Pertama sekali Pak Presiden (Jokowi) langsung ke Riau, kunjungan perdananya tahun 2023. Kami bangga sekali," kata Masria.

Menjaga Stabilitas

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, menyampaikan dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup baik sepanjang tahun 2022, tantangan utama perekonomian Indonesia saat ini dan ke depannya yakni inflasi pascapencabutan PPKM.

"Apabila tidak dikelola dengan baik, inflasi dapat memukul sisi penawaran dari peningkatan biaya produksi dan sisi permintaan dari tergerusnya daya beli masyarakat," tegasnya kepada Koran Jakarta, Rabu (4/1).

Menurut Riefky, daya beli masyarakat sangat mempengaruhi omzet pedagang.

Ia menegaskan kegagalan dalam meyakinkan masyarakat bahwa inflasi akan dijaga stabilitas dan kenaikannya akan berdampak melonjaknya ekspektasi inflasi yang berujung pada peningkatan tabungan secara berlebihan dan penurunan konsumsi yang akan memukul pertumbuhan ekonomi ke depan.

Selain mengendalikan inflasi, yang perlu diwaspadai bebernya ialah penyebaran Covid, sebab jika tak diatasi lonjakan kasus tak terbendung yang memberi peluang adanya pembatasan mobilitas sehingga menekan konsumsi.

"Sejauh ini kondisi kita masih aman, tetapi pemerintah tetap perlu waspada dengan menjaga kebijakan yang adaptif sehingga aspek kesehatan bisa terjaga dan ekonomi juga dampak negatifnya bisa diminimumkan," ungkap Riefky.

Redaktur: Redaktur Pelaksana

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.