Pengembangan Inovasi dan Penelitian Mesti Libatkan Mahasiswa

Kamis, 05 Jan 2023, 00:00 WIB

Untuk mendorong hilirisasi produk inovasi diharapkan untuk melibatkan mahasiswa.

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati menyatakan program skema pemadanan atau Matching Fund Vokasi harus melibatkan mahasiswa. Di sisi lain, program tersebut juga mendorong hilirisasi produk inovasi dan mengimplementasikan kepakaran insan vokasi.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati — Sumber: antara

"Ada nilai pendidikan juga dari dosen untuk sebanyak mungkin melibatkan mahasiswa dalam pengusulan Matching Fund 2023," ujar Kiki, dalam Sosialisasi Program Matching Fund Vokasi Tahun 2023, di Jakarta, Rabu (4/1).

Dia berharap dosen tidak hanya membimbing mahasiswa dalam aktivitas di kelas dan lab saja. Para dosen harus mengajak mahasiswa dalam melakukan penelitian dengan industri dan pengabdian masyarakat.

"Mohon mahasiswa dilibatkan agar mereka mendapat pengalaman yang nyata, pembelajaran kontekstual," jelasnya.

Kiki menerangkan, matching fund vokasi merupakan insentif kebijakan yang diluncurkan untuk mewujudkan konsep pendidikan vokasi yang membawa dan mengemban nilai ekonomi. Menurutnya, program Matching Fund 2021 dan 2022 sudah dimanfaatkan secara luas.

Dia menekankan, pendidikan vokasi harus punya nilai ekonomi, selain punya nilai pendidikan dan sosial. Pendidikan vokasi diselenggarakan dengan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah atau mitra-mitra yang dilayani.

Alami Peningkatan

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja, mengatakan dana pelaksanaan Matching Fund Vokasi 2023 mengalami peningkatan. Dia berharap kualitas proposal yang diajukan lebih baik lagi.

"Tahun 2023 ini usulan semakin matang dan baik dengan demikian tingkat keberhasilan dan keterpakaian dari dana 150 miliar rupiah bisa kita distribusikan sesuai usulan-usulan yang masuk," terangnya.

Beny menerangkan, tahun ini ada dua skema besar dalam Matching Fund Vokasi. Pertama kemitraan hilirisasi dan inovasi riset atau kepakaran dan kedua kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat atau efisiensi tata kelola pemerintahan.

Dia menambahkan, dengan adanya ekosistem Kedaireka maka ada peluang untuk pendanaan kolaborasi industri dan pendidikan vokasi bisa 100 persen berasal dari industri. Harapannya, kolaborasi tidak perlu menunggu intensif dari kebijakan pendanaan pemerintah.

"Kita berharap kerja sama antara dunia usaha dan industri dengan pendidikan vokasi meningkat dan dampaknya akan lebih baik bagi kampus vokasi," terangnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.