Industri Manufaktur RI Masih Ekspansif pada 2022
Selasa, 03 Jan 2023, 10:46 WIBJAKARTA - Industri manufaktur di Tanah Air konsisten berada dalam level ekspansif, tercermin pada capaian Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia dengan posisi di atas poin 50 sepanjang tahun 2022. Pada Desember 2022, PMI Manufaktur Indonesia ditutup pada tingkat 50,9 atau berhasil naik dibandingkan perolehan bulan sebelumnya yang menyentuh di angka 50,3.
"Capaian PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 tetap ekspansif, yang sesuai juga dengan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Desember 2022 yang sudah kami rilis sebelumnya, yang sama-sama berada dalam level 50,9 dan juga naik dibandingkan bulan sebelumnya," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/1).
PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 mampu melampaui PMI Manufaktur Jerman (47,4), Jepang (48,8), Australia (50,4), Myanmar (42,1), Belanda (48,6), Prancis (47,4), Korea Selatan (48,2), Inggris (44,7), Amerika Serikat (46,2), dan Zona Eropa (47,8).
Berdasarkan hasil survei yang dirilis S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia bertahan dalam fase ekspansif selama 16 bulan berturut-turut sejak September 2021.
Kinerja positif ini menunjukkan geliat industri manufaktur nasional terus mengalami perbaikan dan semakin pulih setelah terkena dampak pandemi Covid-19 dan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu karena ancaman resesi.
Menperin optimistis, deru mesin sektor industri manufaktur di Indonesia masih bergemuruh pada tahun kelinci air. Artinya, produktivitas berjalan baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
"Kami meyakini, kinerja industri manufaktur kita akan semakin tumbuh di tahun 2023 ini, seiring dengan berbagai kebijakan strategis yang sedang disiapkan oleh pemerintah," ujarnya.
Siapkan Stimulus
Menperin menyebutkan, pihaknya tengah menyusun strategi untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan di sektor industri, khususnya industri tekstil, alas kaki, dan furnitur yang merupakan sektor padat karya.
"Kami sedang menyiapkan kebijakan stimulus tersebut, di antaranya adalah larangan terbatas impor, penyesuaian pemeriksaan post border menjadi border, dan fleksibel jam kerja," paparnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dua Lipa Gugat Samsung atas Pelanggaran Hak Penggunaan Gambarnya
-
The Spine: Ambisi Mesir Membangun Kota Masa Depan
-
Aceh Matangkan Konsep Wisata Ramah Muslim Lewat Penguatan Empat Pilar
-
Gubernur Babel Perluas Tanam Padi Jaksa Mandiri Pangan
-
Susun Arah Kebijakan Pembangunan, BPS Bekasi Potret Aktivitas Ekonomi Warga Mulai Skala Mikro hingga Investasi Besar
-
UMKM Perlu Maksimalkan Momentum Piala Dunia
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.