Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Inovasi dan Riset, KLHK: Indonesia Berpotensi Kembangkan Tanaman Obat

📅 Selasa, 20 Des 2022, 17:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Inovasi dan Riset, KLHK: Indonesia Berpotensi Kembangkan Tanaman Obat Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Dirjen PHL KLHK Agus Justianto (kiri) dan Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari APHI Soewarso ditemui media usai acara diskusi KADIN di Jakarta, Selasa (20/12/2022)

Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman obat sebagai obat tradisional dan modern serta bahan kosmetik sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Ditemui usai acara diskusi yang diadakan KADIN di Jakarta, Selasa, Agus mengatakan pemerintah sedang mendorong pengembangan multiusaha kehutanan yang bisa dilakukan pemilik perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).

"Bisnis kehutanan umumnya mencakup area yang sangat luas, tetapi untuk tanaman obat ini tidak perlu area yang sangat luas. Ini bisa dikembangkan," ujar Agus.

Dalam acara membahas pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk obat tradisional dan modern itu, dia mengatakan, dengan skema multiusaha kehutanan yang didorong pemerintah maka pemegang izin dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk pengembangan HHBK.

"Potensinya sangat besar karena produk-produk turunan yang ada bisa dimanfaatkan untuk berbagai aspek, obat tradisional dan terutama kosmetik," katanya.

Potensi besar untuk obat dan kosmetik itu dikarenakan kebutuhan yang besar dari masyarakat akan kedua jenis produk itu.

"Potensi pemanfaatan tanaman-tanaman obat ini sangat besar karena jangka waktu tanamnya tidak terlalu panjang," katanya.

Untuk itu, dia mendorong pengembangan turunan produk tanaman obat itu agar dapat dikembangkan di Tanah Air dan menghindari upaya paten yang dilakukan pihak asing.

Selain itu, tanaman obattelah dimanfaatkan oleh masyarakat adat di Indonesia untuk pengobatan tradisional. Meski untuk pengembangan secara lebih luas memerlukan proses untuk mendapatkan sertifikasi dari BPOM.

Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso menyampaikan bahwa potensi rempah dan tanaman obat-obatan Indonesia terlihat ketika pandemi COVID-19 terjadi.

Hal itu dapat dilihat dari peningkatan munculnya produk obat tradisional dan penjualannya, beberapa bahkan mengalami peningkatan ekspor seperti minyak asiri.

"Sudah saatnya kitascale up, itu kuncinya. Untuk itu, dalam pertemuan ini bagaimana meningkatkan skala yang lebih besar lagi karena ada potensi nilai ekspornya," kata Soewarso.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.