Konstruksi Bangunan Sekolah Harus Aman untuk Siswa
Rabu, 16 Nov 2022, 00:03 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta semua sekolah menerapkan standar dalam pembangunan gedung. Hal tersebut untuk memastikan keamanan dan keselamatan murid selama mengikuti pembelajaran.
"Pembangunan gedung tolong harus betul-betul melibatkan tim ahlinya. Jangan membangun sendiri (tidak melibatkan ahli), harus betul-betul sesuai standar bangunan," ujar Muhadjir Effendy, usai mengunjungi SD Muhammadiyah Bogor, di Gunungkidul, Selasa (15/11).
Sebagai informasi, atap ruang kelas SD Muhammadiyah Bogor di Gunungkidul roboh pada Selasa (8/11) dan menewaskan satu murid. Muhadjir menyatakan belasungkawa atas kejadian menyedihkan itu.
Dia mengharapkan kejadian serupa bisa dicegah melalui perencanaan yang sesuai standar. Seperti halnya jika bangunan sekolah berada di daerah rawan gempa maka harus mengacu standar bangunan tahan gempa.
"Seperti di wilayah gempa, kan sudah ditetapkan standar bangunan khusus gempa," jelasnya.
Muhadjir memastikan pembangunan atap SD Muhammadiyah segera dilakukan. Kementerian Sosial hingga Pemkab Gunungkidul bakal ikut andil dalam perbaikan konstruksi atap SD tersebut.
"Saya sudah minta untuk segera diperbaiki. Tadi ada bantuan dari Bu Mensos memberikan santunan kepada para korban, dan akan dibantu juga untuk biaya pemulihan atapnya oleh Pak Bupati (Gunungkidul) nanti diambilkan dari APBD," katanya.
Sangat Penting
Muhadjir menekankan keberadaan SD sangatlah penting untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul. Apalagi, jika anak-anak cerdas berdampak pada majunya masyarakat di wilayah tersebut.
"Karena ini (SD) kan untuk mencerdaskan anak-anak Gunungkidul, kalau sekolah maju masyarakatnya kan maju juga," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyebut pihaknya siap membantu perbaikan SD tersebut. Bahkan, pagi tadi sudah dilakukan trauma healing bagi ratusan murid di Balai Kalurahan Playen. "Itu pasti, kami akan bantu untuk perbaikan kerusakannya," ucapnya.
Adapun saat ini, ratusan murid SD Muhammadiyah Bogor di Gunungkidul menjalani trauma healing pascatragedi ambruknya atap SD. Beberapa murid trauma hingga takut untuk masuk sekolah lagi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Polres OI Sebut Bakal Jemput Paksa Dua Tersangka Pelecehan Mahasiswi KKN
-
PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Dua KA Lebaran Tambahan
-
Polda Banten Bangun 49 SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
-
Satgas MBG Lombok Timur Tangani Dugaan Kasus Keracunan Pelajar
-
Minggu, Mobil SIM Keliling Ada di 2 Lokasi Ini, Buruan! Cuma Sampai Jam 12.00 Siang!
-
Bupati Aceh Selatan Dipecat, Gubernur Aceh Tegaskan Tak Kasih Izin Mirwan Pergi Umrah Saat Bencana
-
Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 100.000 Tabung Elpiji 3 Kg untuk Jambi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.