- Home
-
- Luar Negeri
-
- Industri Penerbangan AS Ka...
Industri Penerbangan AS Kacau Balau, Maskapai Terbesar American Airlines Tak Punya Pilot Jelang Liburan 4 Juli
Minggu, 03 Jul 2022, 15:34 WIBJAKARTA - Kesemrawutan sistem di komputer membuat ribuan penerbangan maskapai terbesar di AS American Airlines tanpa pilot jelang liburan akhir pekan Hari Kemerdekaan 4 Juli. Newsweek melaporkan, Sabtu (2/7).
Masalah ini pertama kali diaporkan oleh wartawan ABC Gio Benites, Sabtu (2/7), yang mencatat kesalahan dalam sistem American Airlines yang mengizinkan pilot membatalkan penerbangan untuk bulan Juli. Hasilnya, sekitar 12.000 penerbangan kini tanpa pilot, mulai hari Minggu termasuk libur akhir pekan 4 Juli, waktu-waktu paling ramai dalam perjalanan udara di AS.
"Kami menyadari ada masalah teknis dalam sistem TTOT (Trip Trade with Open Time) kami," kata pihak maskapai saat merespons pertanyaan dari ABC News.
"Kami memahami, ini perangkat yang penting bagi pilot kami dan kami akan memperbaikinya secepat mungkin. Kami akan memberikan kabar terkini setiap hari."
Dalam pernyataan kedua, pihak maskapai meyakinkan bahwa masalah dalam sistem tersebut telah diselesaikan dan sebagian besar penerbangan yang terdampak telah dipulihkan. Perusahaan mengantisipasi tidak akan ada dampak operasional apapun karena masalah ini. Selain meyakinkan penumpang, perusahaan tidak menjelaskan bagaimana mereka memulihkan penerbangan.
Menurut Benitez, masalah ini pernah terjadi pada 2017. Saat itu American Airlines menawarkan upah dua kali lipat kepada para pilot untuk menyelesaikan masalah itu. Hingga Sabtu sore, belum ada penawaran seperti dulu dan tidak diketahui jika metode yang sama digunakan untuk kali ini.
Pilot sering membatalkan penerbangan dan menukarnya dengan pilot lain. Namun, selama penerbangan musim panas yang melelahkan dan hari-hari libur besar, kebijakan ini dipertimbangkan kembali untuk memenuhi tingginya permintaan, CNBC mencatat. Sabtu, American Airlines sesumbar sekitar 3.000 penerbangan, 93 persen dari kapasitas sudah dipesan.
Kekurangan staf dan badai lainnya telah mendatangkan malapetaka bagi industri penerbangan menjelang libur akhir pekan 1 Juli. Jumat, pihak maskapai telah menunda hampir 1.000 penerbangan. Kerugian seluruhnya di industri ini lebih dari 1.100 pembatalan dan hampir 11.000 penundaan. Masalah ini diratakan menjadi hanya sekitar 3.000 penerbangan yang dibatalkan.
Sebagai hasi dari masalah ini mengganggu industri penerbangan, jumlah masalah penerbangan di bulan-bulan terakhir melampaui masa pra-pandemi. Masalah staf khususnya mungkin akan tetap ada, menurut seorang ahli.
"Tentu pekerjaan ini tidak dapat segera terisi, tidak juga saat kritis, anda tahu kan, pilot," kata ahli senior pada American Economic Liberties Project kepada Fort Worth Star-Telegram. "Sekarang kita kekurangan. Tidak mungkin akan diperbaiki musim panas ini."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Lewat Inisiatif Ascott CARES, Citadines Antasari Jakarta Ajak Tamu Rayakan Earth Hour Secara Kreatif
-
KPK Butuh Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Suap DJKA
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Banten 16-21 Februari
-
Viral Tembok Roboh, Pihak SMPN 182 dan Pemilik Pagar Dimediasi, Aparat ungkap Tak Ada Unsur Pidana
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Enam Pesepeda Indonesia akan Tampil di Ajang Piala Dunia MTB 2026 di Korea
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.